kanker payudara
Simbol kanker payudara.

Cahaya di Malam Hari Kurangi Efektivitas Pengobatan Kanker Payudara

Diposting pada

Bhataramedia.com –┬áStudi pada tikus mengisyaratkan bahwa paparan cahaya redup di malam hari dapat membuat tumor kanker payudara manusia resisten terhadap obat kemoterapi doxorubicin.

Namun, pemberian suplemen melatonin pada tikus dapat mencegah resistensi doxorubicin yang terkait cahaya tersebut. Doxorubicin merupakan obat yang paling banyak digunakan untuk kemoterapi kanker di dunia.

Sebelum penelitian tersebut, penelitian yang dilakukan oleh peneliti yang sama menemukan bahwa paparan cahaya redup di malam hari meningkatkan resistensi tumor kanker payudara manusia terhadap obat kanker payudara tamoxifen.

Di dalam studi baru tersebut, tikus yang diberi tumor kanker payudara manusia dipapar dengan 12 jam cahaya normal diikuti oleh 12 jam cahaya redup, simulasi cahaya redup di lakukan di malam hari.

Setengah dari jumlah tikus juga diberikan suplemen melatonin selama periode cahaya redup.

Para peneliti melaporkan bahwa pertumbuhan tumor pada tikus yang tidak menerima melatonin hampir tiga kali lipat dari tikus yang tidak menerima melatonin. Para peneliti juga menemukan bahwa tumor pada tikus yang tidak menerima melatonin menjadi benar-benar tahan terhadap doxorubicin, sedangkan tumor pada tikus yang menerima melatonin tetap sensitif terhadap obat kemoterapi dan mengalami penurunan perkembangan dengan cepat.

Penelitian baru tersebut akan dipresentasikan pada pertemuan American Association for Cancer Research (AACR) di New Orleans. Para ahli mencatat bahwa temuan pada hewan sering gagal untuk diterapkan pada manusia dan penelitian yang dipresentasikan pada pertemuan medis juga dianggap merupakan studi awal hingga diterbitkan di jurnal peer-review.

Namun, penulis penelitian tersebut percaya dua enzim kemungkinan memainkan peran di dalam perlawanan terhadap doxorubicin yang terkait dengan cahaya redup di malam hari.

“Ketika kami menganalisis tumor dari tikus yang tidak menerima suplemen melatonin di malam hari, kami secara substansial mendeteksi peningkatan kadar dua enzim yang memecah doxorubicin menjadi bentuk yang kurang aktif,” jelas Steven Hill, kepala penelitian kanker payudara di Tulane University School of Medicine di New Orleans.

Dia percaya bahwa peningkatan kadar kedua enzim tersebut pada tikus yang tidak menerima suplemen melatonin kemungkinan mempercepat pengangkutan doxorubicin menjauh dari sel-sel kanker, dibandingkan dengan tikus yang menerima suplemen melatonin di malam hari.

“Tumor dari tikus yang menerima suplemen melatonin di malam hari memiliki tingkat yang lebih rendah dari kedua enzim tersebut,” kata Hill. “Jadi kami berpikir bahwa melatonin membantu menjaga tingkat doxorubicin aktif yang tinggi di dalam sel-sel kanker, sedangkan penekanan produksi melatonin oleh paparan cahaya di malam hari memiliki efek sebaliknya,” pungkas Hill, seperti dilansir NewsMaxHealth (30/9/2014).