pluto, gunung
Sebuah gambar close-up baru dari daerah khatulistiwa, dekat pangkal dari fitur berbentuk hati yang ada di Pluto, menunjukkan pegunungan dengan puncak menonjol setinggi 11.000 kaki (3.500 meter) di atas permukaan tubuh es.(Credit: NASA/JHU APL/SwRI)

Temuan-Temuan di Pluto, dari Gunung Hingga Bulan

Diposting pada
pluto, gunung
Sebuah gambar close-up baru dari daerah khatulistiwa, dekat pangkal dari fitur berbentuk hati yang ada di Pluto, menunjukkan pegunungan dengan puncak menonjol setinggi 11.000 kaki (3.500 meter) di atas permukaan tubuh es.(Credit: NASA/JHU APL/SwRI)

Bhataramedia.com –¬†Gunung es pada Pluto dan pemandangan baru bulan terbesarnya, Charon, merupakan di antara beberapa penemuan yang diumumkan hari Rabu oleh tim New Horizons NASA. Hanya satu hari setelah pesawat ruang angkasa pertama yang pernah terbang melintasi Pluto.

“Pluto New Horizons adalah misi eksplorasi sejati yang menunjukkan kita mengapa penelitian ilmiah dasar sangat penting,” kata John Grunsfeld, administrator asosiasi untuk NASA’s Science Mission Directorate di Washington.

“Misi ini telah berlangsung selama sembilan tahun untuk membangun harapan mengenai apa yang akan kita lihat selama pendekatan yang paling dekat dengan Pluto dan Charon. Hari ini, kita mendapatkan sampel pertama dari harta ilmiah yang dikumpulkan selama saat-saat kritis tersebut, dan saya dapat memberitahu Anda bahwa hal ini secara dramatis melebihi harapan” lanjut John, seperti dilansir NASA (15/07/2015).

“Home run!” kata Alan Stern, peneliti utama New Horizons di Southwest Research Institute (SwRI) di Boulder, Colorado. “New Horizons telah menunjukkan hasil yang luar biasa. Data yang terlihat benar-benar cantik, Pluto dan Charon sangat memukau.”

Sebuah gambar close-up baru dari daerah khatulistiwa, dekat pangkal dari fitur berbentuk hati yang ada di Pluto, menunjukkan pegunungan dengan puncak menonjol setinggi 11.000 kaki (3.500 meter) di atas permukaan tubuh es.
Pegunungan di Pluto kemungkinan terbentuk tidak lebih dari 100 juta tahun yang lalu, masih berusia sangat muda di dalam tata surya yang telah berusia 4,56 miliar tahun. Daerah ini, yang mencakup sekitar satu persen dari permukaan Pluto, saat ini diduga masih aktif secara geologis.

“Ini adalah salah satu permukaan termuda yang pernah kami lihat di tata surya,” kata Jeff Moore dari New Horizons Geology, Geophysics and Imaging Team (GGI) di Ames Research Center NASA, Moffett Field, California.
Berbeda dengan bulan penuh es dari planet-planet raksasa, Pluto tidak dapat dipanaskan oleh interaksi gravitasi dengan tubuh planet yang jauh lebih besar. Harus ada beberapa proses lain untuk menghasilkan lanskap pegunungan.

“Hal ini dapat menyebabkan kita untuk memikirkan kembali apa kekuatan aktivitas geologi di banyak dunia penuh es lainnya,” kata pemimpin tim GGI, John Spencer di SwRI.

Gambaran baru mengenai Charon mengungkapkan daerah yang muda dan bervariasi. Para ilmuwan terkejut oleh sedikitnya kawah. Sebuah petak tebing dan lembah yang membentang sekitar 600 mil (1.000 kilometer), menunjukkan rekahan yang meluas pada kerak Charon, kemungkinan hasil dari proses geologi internal. Gambar juga menunjukkan suatu lembah yang diperkirakan berkedalaman 4 sampai 6 mil (7-9 kilometer). Di wilayah kutub utara Charon, tanda-tanda permukaan gelap memiliki batas yang membaur, menunjukkan deposit tipis atau noda di permukaan.

New Horizons juga mengamati anggota-anggota yang lebih kecil dari sistem Pluto, yang mencakup empat bulan lainnya: Nix, Hydra, Styx dan Kerberos. Sebuah gambar sneak-peak baru dari Hydra adalah yang pertama kali mengungkapkan bentuknya yang tidak teratur dan ukurannya, diperkirakan sekitar 27 hingga 20 mil (43 hingga 33 kilometer).

Pengamatan ini juga menunjukkan permukaan Hydra kemungkinan dilapisi dengan air es. Gambar di masa depan akan mengungkapkan petunjuk lebih lanjut mengenai pembentukan ini dan bulan-bulan lainnya miliaran tahun yang lalu. Data spektroskopi dari instrumen Ralph New Horizons mengungkapkan kelimpahan es metana, tetapi dengan perbedaan yang mencolok antar daerah di seluruh permukaan Pluto yang beku.

Johns Hopkins University Applied Physics Laboratory di Laurel, Maryland telah merancang, membangun dan mengoperasikan pesawat ruang angkasa New Horizons dan mengelola misi untuk Science Mission Directorate NASA. SwRI memimpin misi, tim sains, operasi payload dan menghadapi perencanaan keilmuan. New Horizons adalah bagian dari New Frontiers Program NASA, yang dikelola Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama.

Follow misi New Horizons di Twitter dengan menggunakan hashtag #PlutoFlyby untuk bergabung dengan percakapan. Update terbaru juga tersedia di halaman Facebook dari misi ini.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai misi New Horizons, termasuk lembar fakta, jadwal, video dan semua gambar baru, kunjungi : http://www.nasa.gov/newhorizons dan http://solarsystem.nasa.gov/planets/plutotoolkit.cfm