fosil multiselular
Fosil dari organisme multiselular berusia 600 juta tahun yang lalu menampilkan bukti kompleksitas yang tak terduga. (Credit: Virginia Tech)

Fosil Kehidupan Multiselular Kuno Memundurkan Waktu Evolusi Sebanyak 60 juta tahun

Diposting pada

Bhataramedia.com – Ahli geobiologis dari Virginia Tech bekerja sama dengan Chinese Academy of Sciences telah menemukan bukti di dalam fosil yang menunjukkan bahwa multiselularitas kompleks muncul pada makhluk hidup sekitar 600 juta tahun yang lalu. Waktu tersebut hampir 60 juta tahun sebelum hewan bertulang (skeletal) muncul selama lonjakan pertumbuhan besar kehidupan baru di Bumi yang dikenal sebagai “Cambrian Explosion”.

Penemuan tersebut dipublikasikan hari Rabu secara online di jurnal Nature. Penemuan di dalam penelitian tersebut bertentangan dengan beberapa interpretasi lama mengenai fosil multiselular dari 600 juta tahun yang lalu.

“Penemuan ini membuka pintu baru bagi kita untuk mengungkapkan waktu dan langkah-langkah evolusi yang diambil oleh organisme multiseluler, yang pada akhirnya mendominasi Bumi dengan cara yang sangat terlihat,” kata Shuhai Xiao, seorang profesor geobiologi di Virginia Tech College of Science.

“Fosil yang mirip dengan fosil yang kami temukan telah ditafsirkan sebagai bakteri, eukariota bersel tunggal, alga dan bentuk-bentuk peralihan yang berhubungan dengan hewan modern seperti sponge, anemon laut, atau hewan bilateral simetris. Tulisan di dalam naskah ilmiah kami memungkinkan kita menyisihkan sebagian interpretasi tersebut,” jelas Xiao, seperti dilansir Virginia Tech (24/9/2014).

Di dalam upaya untuk menentukan bagaimana, mengapa dan kapan multiseluleritas muncul dari nenek moyang bersel tunggal, Xiao dan rekan-rekannya mengeksplorasi batu fosfotit dari Formasi Doushantuo di Provinsi Guizhou tengah Cina Selatan. Mereka memulihkan fosil multiselular tiga dimensi yang menunjukkan tanda-tanda adhesi sel ke sel, diferensiasi dan kematian sel terprogram (ciri-ciri eukariota multiselular yang kompleks seperti hewan dan tumbuhan).

Penemuan tersebut menyoroti bagaimana dan kapan sel tunggal mulai bekerja sama dengan sel lain untuk membuat bentuk kehidupan tunggal yang kohesif.

Bukti multiselularitas kompleks di dalam fosil tersebut tidak konsisten dengan bentuk yang lebih sederhana seperti bakteri dan kehidupan bersel tunggal yang ada 600 juta tahun yang lalu.

Sementara beberapa hipotesis dapat dibuang, kemungkinan masih ada beberapa interpretasi, termasuk perubahan fosil multiselular tersebut menjadi bentuk-bentuk peralihan yang berhubungan dengan hewan atau ganggang multiselular.

Xiao mengatakan bahwa penelitian di masa depan akan memfokuskan pada pencarian paleontologis yang lebih luas untuk merekonstruksi siklus hidup yang lengkap dari fosil tersebut.

Xiao meraih gelar sarjana dan gelar master dari Universitas Beijing pada tahun 1988 dan 1991 dan gelar doktor dari Harvard University pada tahun 1998. Dia bekerja selama tiga tahun di Tulane University sebelum bekerja di Virginia Tech pada tahun 2003.

Dia saat ini aktif di dalam peran editorial dari tujuh publikasi profesional dan telah menerbitkan lebih dari 130 makalah ilmiah.

Referensi :

Lei Chen, Shuhai Xiao, Ke Pang, Chuanming Zhou, Xunlai Yuan. Cell differentiation and germ–soma separation in Ediacaran animal embryo-like fossils. Nature, 2014; DOI: 10.1038/nature13766.