Unit Kebudayaan Jepang ITB Selenggarakan Festival Hotaru 2015. (Credit: itb.ac.id)
Unit Kebudayaan Jepang ITB Selenggarakan Festival Hotaru 2015. (Credit: itb.ac.id)

ITB Datangkan Suasana Jepang ke Indonesia Melalui Acara Ini

Diposting pada
Unit Kebudayaan Jepang ITB Selenggarakan Festival Hotaru 2015. (Credit: itb.ac.id)
Unit Kebudayaan Jepang ITB Selenggarakan Festival Hotaru 2015. (Credit: itb.ac.id)

Bhataramedia.com – Intitut Teknologi Bandung kali ini menggelar acara yang lain dari biasanya. Melalui organisasi internal ITB, Unit Kebudayaan Jepang, menggelar festival Hotaru 2015 yang bertemakan tentang “Forever Young” (selamanya muda).

Kegiatan tahunan ini mengajak masyarakat, khususnya sivitas akademika ITB untuk bernostalgia saat masa belia dan ingin mengulang masa-masa muda sekali lagi.

Ketua pelaksana acara, Iman Tulus Bonang Hutagalung, mahasiswa ITB menuturkan, ”Kita ingin mengajak seluruh pendatang untuk merasakan lagi masa-masa mudanya,” hari Sabtu (6/6/2015) seperti yang dilansir dari situs resmi ITB.

Menurutnya melalu event tahunan ini dapat menjadi rekreasi otak kanan, seperti kembali mengingat-ingat memori saat muda. Seperti bermain, koleksi kartun, permainan, musik, dan berbagai budaya pop lainnya.

Acara ini juga dikatakan Imam sebagai wahana dan refleksi kembali untuk mengenal seluk beluk budaya Jepang dalam Hotaru yang bukan sekedar untuk kesenangan fanatik peminatnya, apalagi bentuk fenomena budaya jepang yang populer belakangan ini.

”Kita berusaha menghargai budaya sendiri dan juga memperkaya diri dengan mempelajari budaya lainnya,” kata Iman.
Iman juga menjelaskan bahwa event Hotaru di ITB merupakan satu-satunya event japan festival yang mengimplementasikan konsep roleplay,” lanjut Iman.

Acara yang berlangsung saat ini pun sangat meriah dan bisa dibilang cukup sukses karena selain banyaknya pengunjung yang hadir juga diiringi konsistensi animo para pengunjung yang bertahan hingga rangkaian acara selesai.

Iman pun berharap dengan acara seperti Hotaru, minat orang-orang tentang Jepang semakin tinggi bukan hanya sekedar mengetahui permukaan budayanya namun juga mendalam tentang tradisi yang unik dan baik untuk dipelajari.