penguin kaisar
Sekelompok penguin kaisar sedang beristirahat di dekat koloni Gould Bay.(Credit: Dr. Tom Hart)

Studi Genetika Ungkap Lokasi Perlindungan Penguin Kaisar Pada Zaman Es Terakhir

Diposting pada

Bhataramedia.com – Studi mengenai bagaimana perubahan iklim mempengaruhi penguin kaisar selama 30.000 tahun lalu menemukan bahwa hanya tiga populasi dapat bertahan selama zaman es terakhir. Laut Ross di Antartika kemungkinan merupakan tempat perlindungan untuk salah satu dari populasi tersebut.

Laut Ross kemungkinan menjadi tempat berlindung bagi penguin kaisar selama ribuan tahun selama zaman es terakhir, ketika kebanyakan tempat di Antartika tidak dapat dihuni karena jumlah es.

Temuan yang dipublikasikan di jurnal Global Change Biology tersebut, menunjukkan bahwa sementara kondisi iklim saat ini kemungkinan optimal untuk penguin kaisar, kondisi di masa lalu terlalu ekstrim bagi populasi besar untuk bertahan hidup.

Tim peneliti yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Southampton, Oxford, Tasmania dan Australian Antarctic Division, serta didukung Antarctica by Adventure Network International, telah meneliti keragaman genetik populasi penguin kaisar modern dan kuno di Antartika untuk memperkirakan bagaimana mereka telah berubah dari waktu ke waktu.

Spesies ikonik ini terkenal karena adaptasinya terhadap lingkungan yang dingin. Penguin jenis ini berkembang biak di es laut selama musim dingin Antartika ketika suhu turun di bawah -30 °C. Namun, tim menemukan bahwa kondisi tersebut kemungkinan terlalu ekstrim untuk penguin kaisar selama zaman es terakhir. Populasinya pada masa tersebut sekitar tujuh kali lebih kecil dari saat ini dan dibagi menjadi tiga populasi refugial.

Gemma Clucas, seorang mahasiswa Ph.D. dari Ocean and Earth Science di University of Southampton dan salah satu penulis utama penelitian, menjelaskan: “Oleh karena ada dua kali lebih banyak es laut selama zaman es terakhir, penguin tidak dapat berkembang biak di lebih dari beberapa lokasi di sekitar Antartika. Jarak dari laut terbuka, dimana penguin makan, dengan laut es yang stabil, dimana mereka berkembang biak, kemungkinan terlalu jauh. Tiga populasi yang berhasil bertahan hidup kemungkinan telah melakukan perkembangbiakan di dekat polynyas; daerah laut yang bebas dari es laut akibat angin dan arus.”

Salah satu polynyas yang mendukung populasi penguin kaisar sepanjang zaman es terakhir, kemungkinan berada di Laut Ross. Para peneliti menemukan bahwa penguin kaisar yang berkembang biak di Laut Ross secara genetik berbeda dari penguin kaisar lainnya di sekitar Antartika.

Jane Younger, seorang mahasiswa Ph.D. dari Australian Institute for Marine and Antarctic Sciences dan penulis utama lainya dari penelitian, mengatakan: “Penelitian kami menunjukkan bahwa populasi penguin kaisar tersebut menjadi terisolasi selama zaman es terakhir, menunjuk pada fakta bahwa Laut Ross telah menjadi tempat perlindungan penting bagi penguin kaisar dan kemungkinan spesies lainnya. ”

Dilansir University of Southampton (01/03/2015), Laut Ross kemungkinan merupakan wilayah paling akhir yang dipengaruhi perubahan iklim dari seluruh wilayah di Antartika. Mengingat perubahan pola angin yang terkait dengan perubahan iklim, Laut Ross sebenarnya telah mengalami peningkatan es laut pada saat musim dingin selama beberapa dekade terakhir, meskipun pola ini diperkirakan akan terbalik pada akhir abad ini.

Dr. Tom Hart dari University of Oxford dan salah satu penyelenggara penelitian ini menambahkan: “Sangat menarik bahwa Laut Ross memiliki populasi penguin kaisar yang berbeda dan merupakan tempat perlindungan bagi spesies ini. Hal ini menambah argumen bahwa Laut Ross kemungkinan memerlukan perlindungan khusus.”