ubi jalar
Ubi jalar.(Credit: Llez via Wikimedia Commons)

Daun Ubi Jalar, Sumber Vitamin yang Baik

Diposting pada

Bhataramedia.com – Ubi jalar telah dikenal merupakan sumber yang baik dari asam askorbat (vitamin C) dan vitamin B tertentu yang dianggap penting bagi kesehatan manusia. Selain akarnya yang umum dikonsumsi, jaringan tertentu pada ubi jalar juga dapat dimakan dan memiliki nilai gizi yang tinggi. Meskipun beberapa penelitian telah mengkonfirmasi bahwa vitamin-vitamin tersebut berada di akar dan daun ubi jalar, masih sedikit informasi mengenai bagaimana sebenarnya vitamin-vitamin tersebut didistribusikan di dalam tanaman ini.

Wilmer Barrera dan David Picha dari Louisiana State University Agricultural Center telah menerbitkan penelitian di HortScience yang menunjukkan bahwa daun ubi jalar yang matang dan muda dapat memberikan sejumlah besar vitamin B6 dan vitamin penting lainnya.

“Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan asam askorbat, thiamin, riboflavin dan kandungan vitamin B6 di dalam berbagai jaringan ubi jalar yang dapat dimakan, ‘Beauregard’ dan ‘LA 07-146’, dua jenis ubi jalar yang komersial  dan penting di Louisiana,” kata Barrera dan Picha.

Para ilmuwan menganalisis berbagai jenis jaringan ubi jalar (daun dewasa, daun muda, tangkai muda, tunas, dan jaringan akar) dari kebun ubi jalar yang ditanam di Louisiana State University pada akhir bulan Oktober dan September. Mereka melakukan percobaan ketiga untuk mempelajari kandungan vitamin yang larut di dalam air antara jaringan akar ubi jalar yang berbeda.

Hasil analisis telah menunjukkan perbedaan kandungan total asam askorbat (AA) di antara jenis jaringan. Daun muda mengandung konten AA tertinggi, diikuti oleh daun matang dan tunas. Tunas juga berisi konten AA  yang secara signifikan lebih tinggi dari umbi, bagian yang merambat dan jaringan tangkai daun.

“Hasil ini mengkonfirmasi penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa jaringan daun ubi jalar merupakan sumber yang baik dari asam askorbat dan daun ubi jalar muda memiliki kandungan AA tertinggi,” kata para ilmuwan. Penelitian saat ini menunjukkan adanya thiamin pada jaringan daun, temuan yang berbeda dari penelitian sebelumnya. “Rendahnya thiamin di dalam hasil penelitian kami dapat dijelaskan oleh perbedaan kultivar,” jelas mereka.

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa ada perbedaan kandungan riboflavin pada jenis jaringan ubi jalar, tetapi secara konsisten lebih tinggi pada daun. Daun dewasa mengandung jumlah riboflavin yang lebih tinggi daripada daun muda dan jaringan tanaman lainnya, termasuk akar. “Jaringan daun juga mengandung jumlah vitamin B6 yang lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan lainnya. Daun matang mengandung vitamin B6 3,4 kali lebih tinggi dibandingkan akar, sedangkan tangkai daun matang mengandung 2,3 kali lebih banyak dari akar,” kata para penulis.

“Jaringan tunas dan daun muda juga mengandung kadar vitamin B6 lebih tinggi dari akar, sedangkan bagian yang merambat dan tangkai daun muda lebih rendah dari akar.”

Dilansir American Society for Horticultural Science (14/01/2015), Barrera dan Picha menyimpulkan bahwa kandungan asam askorbat, riboflavin dan vitamin B6 lebih tinggi pada jaringan daun dibandingkan dengan jenis jaringan lainnya.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa daun matang dan muda ubi jalar dapat memberikan sejumlah besar vitamin B6 bagi manusia,” kata mereka. Mereka mencatat bahwa kandungan vitamin B6 di dalam daun ubi jalar memiliki perbandingan yang setara dengan buah-buahan dan sayuran seperti brokoli, alpukat, wortel, pisang dan kembang kol.