Struktur Foxp1 pada Homo sapiens. (Image: Wasserman Lab Website)
Struktur Foxp1 pada Homo sapiens. (Image: Wasserman Lab Website)

Foxp1, Faktor Transkripsi Pengaktif Respon Sistem Imun Awal

Diposting pada

Bhataramedia.com – Respon pertama dari tubuh anda terhadap agen penyebab infeksi atau antigen biasanya membutuhkan waktu sekitar seminggu dan relatif lemah. Namun, jika sistem kekebalan tubuh anda bertemu antigen yang sama untuk kedua kalinya, maka sistem imun anda merespon dengan cepat, kuat, dan sangat efektif terhadap antigen tersebut.

Saat ini, tim peneliti di Wistar Institute menawarkan bukti bahwa protein yang disebut Foxp1, adalah faktor transkripsi yang menjadi komponen kunci dari respon memori antibodi ini. Memanipulasi aktivitas dari protein ini dapat menyediakan jalur yang berguna untuk meningkatkan respon antibodi. Hal tersebut dapat digunakan untuk mengobati penyakit menular atau menekan penyakit tersebut untuk mengobati gangguan autoimun. Temuan mereka dipublikasikan secara online di jurnal Nature Immunology.

“Foxp1 memiliki peran penting di dalam respon imun antibodi kita. Jika kita dapat menemukan cara untuk mengatur aktivitas Foxp1 di dalam subset dari sel T (sel-sel CD4+ T), maka hal tersebut akan memiliki dampak yang mendalam pada respon antibodi,” kata Hui Hu , Ph.D., penulis senior studi ini dan associate professor di Wistar National Cancer Institute.

“Dengan menekan aktivitas Foxp1, kita kemungkinan dapat membuat respon antibodi yang bertindak lebih cepat dan lebih efektif. Antibodi jenis ini sangat krusial untuk penanganan pandemi yang membutuhkan respon yang cepat,” kata Hu.

“Jika kita juga dapat meningkatkan efektivitas protein ini, kita kemungkinan dapat secara signifikan mengurangi respon antibodi yang tidak diinginkan di dalam beberapa kasus penyakit autoimun seperti lupus,” lanjut dia.

Sebelumnya, Hu menetapkan bahwa Foxp1 bertanggung jawab untuk menjaga sel-sel T (sel darah putih yang memediasi sistem kekebalan tubuh kita) berada pada mode stand-by aktif. Proses ini disebut dengan quiescence. Di dalam penelitian ini, Hu bekerja sama dengan laboratorium milik Louise C. Showe, Ph.D., profesor di Wistar Cancer Center’s Molecular and Cellular Oncogenesis program, yang menyediakan keahlian genomik yang penting dan Jan Erickson, Ph.D., seorang profesor di Tumor Microenvironment and Metastasis program, yang menawarkan keahlian di dalam studi autoimun dan aktivasi sel B (sel-sel yang menghasilkan antibodi).

Menurut laporan mereka, varian atau isoform dari Foxp1 (Foxp1A dan Foxp1D) merupakan regulator penting untuk pembentukan jenis sel T yang disebut sel T Follicular Helper (TFH). Sel-sel TFH kemudian mengaktifkan sel B untuk menciptakan antibodi yang sangat reaktif dan berumur panjangf. Protein adalah faktor transkripsi, protein bekerja dengan cara terikat pada DNA untuk mengontrol gen-gen mana di dalam sel T ini yang “dibaca” atau ditranslasikan menjadi protein.

Pada hari-hari awal respon sistem imun, protein Foxp1 menentukan bagaimana sel-sel TFH terbentuk dari sel-sel T yang telah diaktifkan. “Kedua isoform tersebut bertindak sebagai regulator dari diferensiasi TFH di saat-saat awal dari respon kekebalan tubuh, di mana mereka secara efektif bertindak sebagai penjaga untuk memperlambat pembentukan TFH. Kedua isoform tersebut merupakan sistem pengecekan ganda yang mencegah cabang humoral dari sistem kekebalan tubuh bertindak terlalu tergesa-gesa,” jelas Hu, seperti dilansir dari Wistar Institute (9/6/2014).

Referensi Jurnal :

Haikun Wang, Jianlin Geng, Xiaomin Wen, Enguang Bi, Andrew V Kossenkov, Amaya I Wolf, Jeroen Tas, Youn Soo Choi, Hiroshi Takata, Timothy J Day, Li-Yuan Chang, Stephanie L Sprout, Emily K Becker, Jessica Willen, Lifeng Tian, Xinxin Wang, Changchun Xiao, Ping Jiang, Shane Crotty, Gabriel D Victora, Louise C Showe, Haley O Tucker, Jan Erikson, Hui Hu. The transcription factor Foxp1 is a critical negative regulator of the differentiation of follicular helper T cells. Nature Immunology, 2014; DOI: 10.1038/ni.2890.