Daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. (Photo: Jonathan McIntosh(
Daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi. (Photo: Jonathan McIntosh(

Tingkat Kesejahteraan Pengaruhi Distribusi Jenis-Jenis Kanker

Diposting pada

Bhataramedia.com – Suatu analisis baru telah menemukan bahwa kanker jenis tertentu lebih terkonsentrasi di daerah-daerah dengan tingkat kemiskinan yang tinggi, sementara kanker lainnya muncul lebih sering di daerah-daerah yang tingkat kesejahteraannya tinggi. Selain itu, daerah dengan tingkat kemiskinan yang lebih tinggi memiliki insiden kanker yang lebih rendah dan kematian yang lebih tinggi dibandingkan dengan daerah dengan tingkat kemiskinan yang lebih rendah.

Studi ini diterbitkan secara online di jurnal Cancer, dari American Cancer Society. Temuan di dalam penelitian ini menunjukkan pentingnya memasukkan faktor status sosial ekonomi di dalam upaya survei kanker nasional.

Secara keseluruhan, status sosial ekonomi tidak berhubungan dengan risiko kanker. Kanker dapat menyerang orang kaya maupun orang miskin. Namun, status sosial ekonomi tampaknya mempengaruhi jenis kanker yang dikembangkan oleh seseorang. Agar lebih mendapatkan penjelasan mengenai masalah ini, Francis Boscoe, Ph.D., dari New York State Cancer Registry dan rekan-rekannya membandingkan orang yang tinggal di daerah dengan kemiskinan tertinggi dengan mereka yang tinggal di daerah dengan kemiskinan terendah. Para peneliti yang mendiagnosis hampir tiga juta kasus tumor antara tahun 2005 dan 2009 dari 16 negara bagian, ditambah daerah Los Angeles (area yang mencakup 42 persen populasi dari penduduk AS).

Dari semua jenis kanker yang digabungkan, ada hubungan yang diabaikan antara insiden kanker dengan kemiskinan. Namun, 32 dari 39 jenis kanker menunjukkan hubungan yang signifikan dengan kemiskinan (14 positif berhubungan dan 18 negatif). Beberapa jenis kanker, seperti sarkoma kaposi dan kanker tenggorokan, leher rahim, penis, dan hati, lebih mungkin terjadi di lingkungan termiskin. Sementara jenis kanker lainnya, seperti melanoma, tiroid, kulit non-epitel lainnya, dan testis, lebih mungkin terjadi di lingkungan yang paling kaya.

“Sekilas, efek tersebut tampaknya tidak berhubungan satu sama lain. Namun kanker yang lebih terkait dengan kemiskinan memiliki insiden lebih rendah dan tingkat kematian yang lebih tinggi. Sedangkan kanker yang berhubungan dengan daerah kaya memiliki insiden yang lebih tinggi dan tingkat kematian yang lebih rendah,” jelas Dr. Boscoe, seperti dilansir dari Wiley (27/5/2014).

“Ketika berbicara mengenai kanker, orang miskin lebih mungkin meninggal akibat penyakit tersebut sementara orang kaya lebih mungkin untuk meninggal dengan penyakit tersebut,” tambah Boscoe.

Dr. Boscoe mencatat bahwa perkembangan terbaru di dalam teknologi telah mempermudah untuk menghubungkan alamat pasien dengan karakteristik lingkungan. Sehingga memungkinkan untuk memasukkan status sosial ekonomi ke dalam pengawasan kanker. “Harapan kami adalah penelitian ini akan menggambarkan nilai dan kebutuhan untuk melakukan hal ini secara rutin di masa depan,” katanya.