minuman beralkohol
Ilustrasi, minuman beralkohol.

Pesta Minuman Beralkohol Ganggu Sistem Kekebalan Tubuh

Diposting pada

Bhataramedia.com – Menurut studi yang diterbitkan di jurnal Alcohol, pesta minuman beralkohol di kalangan orang muda dan dewasa yang sehat dapat menyebabkan perubahan yang signifikan di dalam sistem kekebalan tubuh mereka.

Peneliti utama, Majid Afshar, M.D., melakukan penelitian dengan pria dan wanita muda yang berusia rata-rata 27 tahun. Mereka mengkonsumsi empat atau lima gelas vodka, tergantung pada berat badan, selama periode dua jam. Jumlah alkohol yang cukup untuk mencapai definisi pesta minuman beralkohol yang ditetapkan oleh National Institute on Alcohol Abuse and Alcoholism. Jumlah ini mencapai atau melebihi alkohol di dalam kadar darah sebesar .08, batas legal untuk mengemudi.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 1 dari 6 orang dewasa melakukan pesta minum sekitar empat kali setiap bulan dan lebih sering terjadi pada mereka yang berusia 18 sampai 34 tahun. Pesta minuman beralkohol meningkatkan risiko cedera traumatis, termasuk kecelakaan mobil dan luka tembak.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pesta minuman beralkohol menghambat kemampuan tubuh untuk pulih dari cedera, luka sembuh lebih lambat dan pasien lebih mungkin untuk mengembangkan pneumonia dan infeksi dari kateter. Dr. Afshar ingin menemukan pengaruh dari konsumsi banyak alkohol di dalam waktu singkat pada sistem kekebalan tubuh.

Dilansir Loyola University Health System (29/12/2014), dia menemukan bahwa di dalam waktu 20 menit dengan puncak kondisi mabuk, sistem kekebalan tubuh mereka telah bergeser ke “gigi tinggi”. Tubuh mulai memproduksi lebih dari tiga jenis sel darah putih yang merupakan kunci untuk sistem kekebalan tubuh; leukosit, monosit dan sel-sel pembunuh alami, serta protein yang disebut sitokin yang  memberikan sinyal kepada sistem kekebalan tubuh agar menjadi lebih aktif.

Namun, ketika diukur kembali setalah dua jam dan lima jam kemudian setelah puncak kemabukan, sistem kekebalan tubuh mereka telah melambat, menghasilkan lebih sedikit leukosit, monosit, dan sel-sel pembunuh alami, serta sitokin lebih sedikit daripada ketika mereka mabuk.

Dr Afshar berencana untuk melakukan studi tindak lanjut pada pasien luka bakar. Dia akan membandingkan pasien yang memiliki alkohol di dalam sistem mereka ketika mereka tiba dengan pasien yang bebas alkohol. Dia akan mengukur penanda sistem kekebalan tubuh dari masing-masing kelompok, dan membandingkan hasilnya, termasuk cedera paru, kegagalan organ dan kematian.