Koloni sel punca embrionik manusia yang belum terdiferensiasi. (Credit: Follow the Money – The Politics of Embryonic Stem Cell Research. Russo E, PLoS Biology Vol. 3/7/2005, e234. doi: 10.1371/journal.pbio.0030234)
Koloni sel punca embrionik manusia yang belum terdiferensiasi. (Credit: Follow the Money – The Politics of Embryonic Stem Cell Research. Russo E, PLoS Biology Vol. 3/7/2005, e234. doi: 10.1371/journal.pbio.0030234)

Potensi Sel Punca untuk Perbaiki Kerusakan Otak

Diposting pada

Bhataramedia.com – Para ilmuwan dari Queensland University of Technology (QUT) berharap untuk dapat membuka potensi sel punca agar dapat digunakan untuk memperbaiki kerusakan saraf di otak.

Rachel Okolicsanyi, dari Genomics Research Centre di QUT Institut Kesehatan dan Inovasi Biomedis, mengatakan bahwa sel-sel saraf tidak seperti sel-sel lain di dalam tubuh yang mampu membagi dan bereplikasi, setelah sebagian besar jenis sel-sel otak mati, kerusakan itu dianggap ireversibel atau tidaj dapat dikembalikan.

Ms. Okolicsanyi kemudian mencoba untuk memanipulasi sel punca (stem cell) dewasa dari sumsum tulang untuk menghasilkan populasi sel yang dapat digunakan untuk mengobati kerusakan otak.

“Penelitian saya adalah langkah untuk membuktikan bahwa sel induk yang diambil dari sumsum tulang dapat dimanipulasi menjadi sel saraf, atau sel-sel prekursor yang memiliki potensi untuk menggantikan, memperbaiki atau mengobati kerusakan otak,” kata Okolicsanyi.

Penelitian Ms. Okolicsanyi telah dipublikasikan di jurnal Developmental Biology dan menguraikan mengenai potensi yang dimiliki sel-sel punca untuk memperbaiki kerusakan otak.

“Apa yang saya cari adalah apakah sel punca dari sumsum tulang memiliki potensi untuk berdiferensiasi menjadi sel-sel dewasa atau saraf. Sel-sel saraf adalah sel-sel dari otak yang menyusun struktur otak itu sendiri. Sel-sel tersebut mengatur semua koneksi yang berhubungan dengan gerakan, suara, pendengaran dan penglihatan,” jelas Okolicsanyi.

Penelitian yang dilakukan Ms. Okolicsanyi ini difokuskan pada pencarian heparin sulfat proteoglikan (kelompok protein yang ditemukan pada permukaan semua sel)

“Harapan kami adalah dengan memanipulasi kelompok protein khusus tersebut kami dapat mendorong sel-sel punca sumsum tulang belakang untuk menunjukkan persentase yang lebih tinggi sebagai penanda saraf. Selain itu, juga untuk menunjukkan bahwa sel punca sumsum tulang belakang dapat tumbuh menjadi sel-sel saraf, ” katanya.

“Kami akan memanipulasi sel-sel punca tersebut dengan memodifikasi lingkungan sekitarnya. Misalnya, kita akan menambahkan bahan kimia seperti garam kompleks dan bahan kimia biologis lain yang umum ditemukan untuk memberi makan sel-sel ini. Kemudian kami akan melihat apakah hal tersebut dapat menghambat atau mendorong proses selular,” lanjut Okolicsanyi.

Ms Okolicsanyi mengatakan bahwa dengan melakukan hal tersebut, akan ada kemungkinan untuk melihat reaksi yang berbeda dari sel punca terhadap bahan kimia tertentu dan mencari tahu apakah bahan kimia ini dapat menambah atau mengurangi penanda saraf di sel.

Okolicsanyi mengatakan bahwa protein yang dijadikan bahan penelitian hampir seperti pohon. Protein tersebut memiliki protein inti yang melekat pada permukaan sel dan memiliki rantai heparin sulfat yang bercabang.

“Jadi, ketika kita bahan kimia ditambahkan sel punca akan terpengaruh dengan cara yang berbeda. Hal ini akan membantu kita memahami interaksi antara protein dan perubahan yang dihasilkan di dalam sel. Di dalam jangka pendek, hasil penelitian ini adalah bukti bahwa manipulasi sederhana dapat mempengaruhi sel punca dan dalam jangka panjang ada kemungkinan untuk meningkatkan potensi sel-sel saraf yang berasal dari sel-sel punca sumsum tulang belakang,” jelas Okolicsanyi.

Ms. Okolicsanyi mengatakan bahwa rencana besar dari penelitian ini adalah untuk dapat memperkenalkan sel punca ke dalam otak, sehingga dapat dimanipulasi untuk memperbaiki sel-sel otak yang rusak.

“Misalnya saja penggunaan pada pasien stroke yang mengalami kehilangan gerakan, ucapan atau kontrol dari satu sisi wajah mereka karena arus listrik otak terganggu. Sel-sel punca ini dapat diperkenalkan dan membantu arus listrik untuk terhubung kembali dengan memperbaiki sel yang rusak,” pungkas Okolicsanyi, seperti dilansir dari rilis berita Queensland University of Technology (4/6/2014).

Referensi Jurnal :

Rachel K. Okolicsanyi, Lyn R. Griffiths, Larisa M. Haupt. Mesenchymal stem cells, neural lineage potential, heparan sulfate proteoglycans and the matrix. Developmental Biology, 2014; 388 (1): 1 DOI: 10.1016/j.ydbio.2014.01.024.