bantal
Ilustrasi.

Orgasme dan Alkohol Mempengaruhi Pillow Talk

Diposting pada

Bhataramedia.com – Orgasme tidak hanya baik untuk hubungan seksual Anda; namun juga dapat mempromosikan komunikasi yang baik. Hasil dari studi terbaru yang diterbitkan di Communication Monographs mengungkapkan bahwa pada masa setelah setelah seseorang mengalami orgasme, orang tersebut lebih cenderung untuk berbagi informasi penting dengan mitra mereka. Dan, komunikasi yang dibangun ini cenderung positif.

“Komunikasi post-coital (pasca senggama) kemungkinan terkait dengan kepuasan dan hubungan seksual,” kata Amanda Denes, Asisten Profesor di University of Connecticut, dan penulis utama studi tersebut. “Untuk alasan ini, pillow talk (dialog di atas bantal) mungkin memainkan peran penting dalam menjaga keintiman.” Tambahnya seperti dilansir National Communication Association (1/7/201).

Oksitosin, yaitu hormon “pro-sosial”, “membanjiri” otak seseorang segera setelah orgasme. Peningkatan kadar oksitosin memiliki keterkaitan dengan rasa kepercayaan yang lebih besar dan mengurangi persepsi ancaman, sebaliknya, terjadi penurunan tingkat kortisol (hormon stres). Kombinasi ini dapat menciptakan suatu lingkungan di mana seseorang merasa aman mengungkapkan informasi kepada pasangannya.

Berbanding terbalik dengan kepercayaan umum, pencampuran alkohol dengan seks ternyata tidak memicu seseorang untuk mengungkapkan lebih banyak rahasia penting mereka. Segera setelah selesai melakukan seks, orang-orang yang telah minum alkohol cenderung mengatakan hal-hal kepada pasangannya bahwa mereka tidak bermaksud untuk mengungkapkan hal pribadi, pillow talk mereka hanya terdiri dari informasi yang kurang penting dan kurang positif dibandingkan dengan orang yang minum sedikit alkohol.

“Oksitosin adalah ‘positif’ dan alkohol adalah ‘negatif,’ sehingga tidak mengherankan bahwa mereka memiliki efek yang berlawanan pada perilaku,” kata Tamara Afifi, Profesor di University of Iowa. “Orang yang minum lebih banyak alkohol rata-rata merasakan manfaat lebih sedikit untuk mengungkapkan informasi kepada mitra mereka.” Tambahnya.

Alkohol dikombinasikan dengan kegagalan orgasme bahkan menghasilkan lebih banyak efek negatif. Studi ini menunjukkan orgasme yang dapat melawan efek negatif dari konsumsi alkohol pada komunikasi setelah aktivitas seksual dan orang yang secara teratur minum dalam jumlah besar alkohol sebelum berhubungan seks mungkin telah mengembangkan pola komunikasi buruk yang dapat menghalangi komunikasi pasca-seks positif.

Referensi Jurnal :

Amanda Denes, Tamara D. Afifi. Pillow Talk and Cognitive Decision-making Processes: Exploring the Influence of Orgasm and Alcohol on Communication after Sexual Activity. Communication Monographs, 2014; 1 DOI: 10.1080/03637751.2014.926377.