Ilustrasi, usia lanjut
Ilustrasi, usia lanjut.

Game Komputer Bantu Obati Depresi Pada Lansia

Diposting pada

Bhataramedia.com – Peneliti Geriatrik telah mengidentifikasi kemungkinan cara untuk mengobati depresi pada lansia yang tidak terbantu oleh obat atau perawatan lainnya. Cara tersebut adalah dengan menggunakan permainan komputer.

Menurut laporan LiveScience, di dalam studi pada 11 pasien lansia, para peneliti menemukan bahwa bermain game komputer tertentu dapat mengurangi gejala depresi sama efektifnya dengan obat antidepresan Lexapro (escitalopram).

Selain itu, pasien lansia yang memainkan game komputer mencapai hasil hanya di dalam waktu empat minggu, dibandingkan dengan waktu 12 minggu yang sering dibutuhkan oleh obat antidepresan Lexapro. Permainan komputer juga membawa perbaikan pada kemampuan berpikir kritis.

“Temuan ini menunjukkan bahwa terapi komputerisasi juga dapat membantu mengobati orang dengan gangguan otak lainnya,” para ilmuwan menambahkan.

“Depresi adalah penyakit serius dan kadang-kadang dapat mengancam jiwa,” kata pemimpin peneliti, Sarah Shizuko Morimoto, seorang neuropsikolog di Weill Cornell Medical College di New York. “Depresi adalah penyakit biologis otak, tidak berbeda dengan penyakit lainnya dan memerlukan pengobatan,” lanjut Morimoto.

“Obat antidepresan sering memiliki efek samping yang mungkin membuat orang merasa khawatir untuk menggunakannya. Namun, dengan membiarkan depresi dapat memiliki konsekuensi yang lebih serius,” kata Morimoto, seperti dilansir Newsmax Health (6/8/2014).

“Hanya sekitar sepertiga dari pasien usia lanjut yang mengalami depresi pulih sepenuhnya dengan menggunakan obat antidepresan,” kata Morimoto.

Di dalam studi baru ini, para ilmuwan mengujikan permainan (game) pada peserta usia 60-89 tahun yang memiliki depresi berat dan gagal menunjukkan perbaikan dengan obat antidepresan. Para peserta terlibat di dalam game komputer selama 30 jam selama empat minggu.

“Temuan kami menunjukkan bahwa kesehatan dan fungsi sirkuit otak yang bertanggung jawab untuk fungsi eksekutif penting untuk pemulihan dari depresi,” kata Morimoto.

Studi ini dipublikasikan secara online di jurnal Nature Communications.