Staphylococcus aureus
Staphylococcus aureus. (Photo Credit: Janice Haney Carr)

Mekanisme Infeksi Bakteri Manfaatkan Protein Fibrinogen dan Fibronektin Manusia

Diposting pada

Bhataramedia.com – Penelitian baru yang dilakukan oleh para ilmuwan dari University of York telah menemukan mengenai bagaimana bakteri memanfaatkan protein manusia selama infeksi.

Seperti dilansir Alphagalileo (2/5/2014), tim peneliti dari penelitian ini dipimpin oleh Profesor Jennifer Potts, seorang rekanan dari British Heart Foundation di Departemen Biologi York. Penelitian ini mempelajari mengenai bagaimana Staphylococcus aureus (bakteri penyebab infeksi pada manusia) menempel pada protein fibronektin dan fibrinogen yang ditemukan di dalam darah manusia.

Kedua protein tersebut memainkan peran penting di dalam pembekuan darah dan penyembuhan luka. Bakteri Staphylococcus aureus tampaknya mengeksploitasi kedua protein tersebut selama proses infeksi.

Para ilmuwan sebelumnya telah menunjukkan bahwa lokasi pengikatan fibrinogen dan fibronektin pada protein S. aureus (FnBPA) tampaknya “bekerja sama” di dalam menyebabkan infeksi jantung berbahaya, endokarditis infektif. Penelitian terbaru kemudian menunjukkan bagaimana proses tersebut terjadi. Para peneliti menggunakan kristalografi sinar-X, teknik biofisik dan bacterial assay untuk menyelidiki proses tersebut.

Di dalam penelitian yang dipublikasikan di Journal of Biological Chemistry ini, para peneliti berhasil memecahkan struktur tiga dimensi dari protein bakteri FnBPA yang secara kompleks memiliki bagian kecil dari protein fibrinogen manusia. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lokasi penempelan fibrinogen di FnBPA berdekatan dengan tempat pengikatan fibronektin.

Para peneliti kemudian mempelajari proses pengikatan dari fibrinogen dan fibronektin secara bersamaan ke FnBPA. Mereka menemukan bahwa pengikatan fibronektin memblokir pengikatan fibrinogen ke protein bakteri. Tampaknya regulasi pengikatan tersebut muncul karena kedekatan lokasi penempelan fibrinogen dan fibronektin di protein bakteri, serta ukuran yang besar dari kedua protein tersebut. Namun, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menunjukkan mekanisme yang lebih tepat.

Profesor Potts mengatakan: “Bakteri telah mengembangkan berbagai mekanisme untuk mengeksploitasi protein manusia agar menyebabkan infeksi. Pemahaman akan mekanisme ini dapat mengarah pada pengembangan terapi baru dan memberikan informasi penting mengenai peran normal dari kedua protein manusia tersebut di dalam tubuh,”

Dr. Sanjay Thakrar, penasehat penelitian dari British Heart Foundation mengatakan: “Bakteri S. aureus dapat menyebabkan berbagai macam infeksi, termasuk infeksi jantung yang berpotensi fatal yang dikenal sebagai endokarditis infektif. “

“Penelitian ini menunjukkan bagaimana bakteri tersebut berinteraksi dengan protein yang ditemukan di dalam darah kita. Hal ini dapat memberikan kita wawasan mengenai bagaimana infeksi jantung yang mematikan terjadi. Penelitian ini merupakan langkah penting menuju pengembangan pengobatan baru, namun penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memahami interaksi ini, ” lanjut Thakrar.

Penelitian ini didukung oleh British Heart Foundation dan Biotechnology and Biological Sciences Research Council.