Asam palmitat
Asam palmitat, salah satu asam lemak jenuh. (Image: Mrgreen71)

Makanan Mengandung Lemak Jenuh Tinggi Tingkatkan Risiko Kanker Payudara

Diposting pada

Bhataramedia.com – Menurut penelitian terbaru, menu makanan yang mengandung lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya kanker payudara pada wanita. Hal ini terungkap setelah diadakan penelitian terhadap 337.000 wanita berumur antara 20 hingga 70 tahun di 10 negara di Eropa.

Menurut Sabina Sieri, peneliti dari National Cancer Institute di Milan, mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat meningkatkan resiko terjadinya 3 tipe kanker payudara. Meskipun demikian, penelitian ini tidak mengungkapkan batasan yang jelas tentang berapa banyak makanan yang mengandung lemak jenuh yang dapat mengakibatkan hal ini. Tetapi, Sieri merekomendasikan bahwa jumlah kalori yang didapat dari makanan dengan lemak jenuh tidak boleh melebih dari 10 persen kalori yang dibutuhkan seseorang dalam sehari. Misalnya, Anda mengkonsumsi 2000 kalori perhari, maka kalori dari makanan dengan lemak jenuh tidak boleh melebihi 200 kalori. Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak jenuh ini adalah daging, keju, mentega, makanan olahan dan lainnya.

Penelitian ini dilakukan sudah lebih dari satu dekade yang lalu, atau tepatnya 11,5 tahun. Pada awal diadakan penelitian ini, para subyek diberikan pertanyaan dan survey yang berkaitan dengan cara dan pola makan mereka, serta pola hidup mereka. Setelah 11,5 tahun, ditemukan bahwa 10.062 subyek yang mengikuti penelitian tentang makanan dengan lemak jenuh ini atau sekitar 3% dari jumlah keseluruhan terjangkit kanker payudara, dan terdapat tipe-tipe kanker payudara yang berbeda dalam kasus ini.

Subyek yang mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh dalam jumlah yang tinggi, sekitar 47,5 gram per harinya, mempunyai 28% peluang lebih tinggi untuk mendapatkan kanker payudara dari beberapa tipe kanker, daripada subyek yang hanya mengkonsumsi lemak jenuh dalam jumlah yang kecil, yaitu 15,4 gram per hari.

Dari data ini juga ditemukan bahwa mengkonsumsi makanan dengan kandungan lemak jenuh yang tinggi dapat mempengaruhi hormon pada tubuh subyek, seperti hormon estrogen yang dapat menjadi pemicu terjadinya kanker payudara. Seperti yang disebutkan sebelumnya, penentuan batas yang aman untuk mengkonsumsi makanan dengan lemak jenuh sangat sulit untuk ditemukan. Hal ini dikarenakan setiap orang di setiap daerah mempunyai pola makan yang berbeda-beda.

Penelitian ini tidak hanya menemukan hubungan antara makanan dengan lemak jenuh dengan kanker payudara. Para peneliti juga menemukan bahwa sebenarnya kanker payudara bukanlah satu jenis gangguan kesehatan. Pada penelitian terbaru, telah ditemukan tipe-tipe yang berbeda dari kanker ini.

Seperti dilansir Fox News (10/4/2014), Menurut Dr. Kim M. Hirshfield, seorang ahli kanker dari Rutgers Cancer Institute of New Jersey, penelitian terbaru ini merupakan sebuah terobosan baru dalam dunia kesehatan, karena berhasil menemukan tipe-tipe kanker payudara. Meskipun sebelumnya ada penelitian yang meneliti hubungan antara kanker payudara dengan tingkat konsumsi lemak jenuh, akan tetapi, penelitian-penelitian tersebut tidak meneliti lebih lanjut mengenai penyakit ini.

Setelah diadakan penelitian ini, perlu diadakan penelitian lebih lanjut untuk menemukan batasan yang tepat mengenai jumlah konsumsi makanan dengan lemak jenuh.

Hal ini sangat diperlukan agar para wanita dapat menentukan diet dan pola makan yang tepat dan sehat tanpa khawatir akan terjangkit kanker payudara akibat salah penentuan menu makanan. Dr. Hirshfield menambahkan bahwa untuk berjaga-jaga, sebaiknya para wanita mengambil batasan terendah dalam mengkonsumsi makanan yang mengandung lemak jenuh, yaitu sekitar 15 gram per harinya. Dengan demikian, maka peluang untuk terjadinya kanker payudara akan kecil dan juga manfaat untuk kesehatan payudara dapat didapat secara maksimal.