Canis dingo
Canis dingo. (Photo: Karen Johnson)

Dingo Australia Diklasifikasikan Sebagai Spesies yang Berbeda

Diposting pada

Bhataramedia.com – Para peneliti hewan di Australia saat ini telah mengklasifikasikan dingo sebagai hewan yang berbeda dari anjing liar Australia lainnya. Spesies hewan yang berbeda tersebut bernama Canis dingo.

Seperti dilansir dari laman Nature World News (1/4/2014), studi yang dilakukan oleh para peneliti di University of New South Wales dan kolaboratornya, menunjukkan bahwa Canis dingo berbeda dari serigala dan anjing, serta juga bukan merupakan subspesies.

Dingo berwarna cokelat keemasan atau kemerahan dan berkomunikasi menggunakan lolongan seperti serigala, menurut National Geographic.

Apakah Dingo termasuk Anjing atau Serigala?

Kebingungan akan klasifikasi dingo muncul karena sebuah studi yang dilakukan pada dingo di abad ke-18 oleh gubernur pertama di Australia, Arthur Phillip. Deskripsi di dalam jurnal penelitian tersebut didasarkan pada gambar yang tidak mereferensikan suatu spesimen tertentu, menurut Reuters.

Di dalam penelitian yang dilakukan saat ini, para peneliti mencari dan menggunakan tengkorak dingo kuno. Tim ini menganalisis 69 spesimen tengkorak dingo kuno untuk membangun deskripsi dari dingo. Fitur unik yang dimiliki dingo ialah kepala yang lebar, moncong panjang, telinga tegak dan ekor lebat, menurut sebuah rilis berita.

“Saat ini, setiap genus Canidae (dingo, anjing, atau hibrida dari keduanya) dapat dinilai berdasarkan analisis yang kami lakukan,” kata Dr. Crowther, dari University of Sydney School of Biological Sciences “Kita juga dapat mengatakan bahwa dingo merupakan Canidae liar Australia yang khas atau merupakan anggota famili anjing yang independen, terpisah dari anjing dan serigala. Klasifikasi ilmiah yang sesuai ialah Canis dingo berbeda dari anjing dan bukan subspesies serigala, karena Canis dingo tampaknya tidak diturunkan dari serigala.”

Studi ini diterbitkan di Journal of Zoology.

Dingo merupakan predator terbesar di Australia dan memainkan peran penting di dalam menjaga keanekaragaman hayati lokal. Menurut para peneliti, pemahaman mengenai dingo akan membantu lembaga konservasi membuat rencana yang lebih baik untuk menyelamatkan fauna lokal tersebut.

“Membedakan dingo dari hibrida mereka (cross-breed) dengan anjing liar merupakan masalah praktikal. Kebijakan di beberapa negara bagian Australia saat ini mendukung konservasi dingo, namun masih mengizinkan pemusnahan anjing dingo (hibrida) karena dianggap sebagai hama utama yang membunuh ternak,” kata Dr. Crowther.