sel surya
Efisiensi 40% adalah yang terbaru sepanjang prestasi para peneliti surya di UNSW selama empat dekade.(Credit: Dr. Mark Keevers)

Pertama Kalinya di Dunia, Sel Surya dengan Eefisiensi Lebih dari 40 Persen

Diposting pada

Bhataramedia.com – Peneliti tenaga surya di UNSW Australia telah berhasil mengkonversi lebih dari 40% sinar matahari tata surya menjadi energi listrik dan merupakan efisiensi tertinggi yang pernah dilaporkan.

Rekor efisiensi tersebut dicapai melalui uji coba luar ruangan di Sydney, sebelum secara independen dikonfirmasi oleh National Renewable Energy Laboratory (NREL) pada fasilitas pengujian di  Amerika Serikat.

Pekerjaan tersebut didanai oleh Australian Renewable Energy Agency (ARENA) dan didukung oleh Australia-US Institute for Advanced Fotovoltaik (AUSIAPV).

“Efisiensi tersebut merupakan efisiensi tertinggi yang pernah dilaporkan untuk konversi sinar matahari menjadi listrik,” kata Professor Martin Green, UNSW Scientia Professor dan Director of the Advanced Centre for Advanced Photovoltaics (ACAP).

“Kami menggunakan sel surya komersial, tetapi dengan cara yang baru, sehingga peningkatan efisiensi ini mudah diakses oleh industri tenaga surya,” tambah Dr. Mark Keevers, ilmuwan tenaga surya di UNSW.

Efisiensi 40% merupakan prestasi terbaru para peneliti tenaga surya di UNSW selama empat dekade terkahir. Temuan yang mereka capai termasuk sistem fotovoltaik pertama yang mengkonversi sinar matahari menjadi listrik dengan lebih dari 20% efisiensi pada tahun 1989.

“Hasil baru tersebut didasarkan pada penggunaan sinar matahari yang terfokus dan sangat relevan untuk digunakan pada menara listrik fotovoltaik yang dikembangkan di Australia,” kata Profesor Green, seperti dilansir University of New South Wales (07/12/2014).

Menara daya saat ini sedang dikembangkan oleh perusahaan Australia, RayGen Resources, yang menyediakan desain dan dukungan teknis untuk prototipe dengan efisiensi tinggi. Mitra lain di dalam penelitian ini adalah Spectrolab, sebuah perusahaan yang berbasis di AS yang memberikan beberapa sel surya yang digunakan di dalam proyek.

Bagian penting dari desain prototipe baru tersebut adalah penggunaan optical bandpass filter khusus untuk menangkap sinar matahari yang biasanya terbuang oleh sel surya komersial pada menara dan mengubahnya menjadi listrik dengan efisiensi yang lebih tinggi.

Filter tersebut memantulkan panjang gelombang cahaya tertentu dan mentransmisi panjang gelombang lainnya.

CEO ARENA, Ivor Frischknecht, mengatakan bahwa prestasi ini merupakan yang pertama kalinya di dunia dan menunjukkan nilai untuk berinvestasi di bidang energi terbarukan yang dimiliki Australia.

“Kami berharap untuk melihat inovasi ini berkembang ke langkah selanjutnya dari prototipe hingga ¬†demonstrasi skala pilot. Pada akhirnya, pembangkit tenaga surya komersial yang lebih efisien akan membuat energi terbarukan lebih murah dan meningkatkan daya saingnya,” lanjut dia.

Pencapaian efisiensi 40% tersebut diuraikan di dalam naskah ilmiah yang akan segera diterbitkan di jurnal Progress in Photovoltaics. Penemuan ini juga akan disajikan di Australian PV Institute’s Asia-Pacific Solar Research Conference, yang dimulai hari Senin, 8 Desember di UNSW.