Cisplatin.
Cisplatin.

Kombinasi Pemblokiran Replikasi Sel dan Cisplatin Dapat Membunuh Sel Tumor yang Resisten

Diposting pada

Bhataramedia.com – Para peneliti dari University of Pittsburgh Cancer Institute (UPCI) yang menjalin kerjasama dengan UPMC Cancer Center, telah menemukan bahwa agen yang menghambat pembelahan mitokondria dapat mengatasi resistensi sel tumor terhadap obat kanker yang umum digunakan untuk sel tumor. Selain itu, kombinasi pemakaian dari obat kanker dan agen tersebut akan menginduksi kematian sel kanker secara cepat dan sinergis. Apabila digunakan secara terpisah, keduanya tidak memiliki efek terhadap sel kanker.

Temuan tersebut akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan American Association for Cancer Research Annual Meeting 2014.

“Di dalam penelitian kami sebelumnya, kami menemukan bahwa pemblokiran produksi protein yang disebut Drp1 dapat menghentikan mitokondria melakukan pembelahan. Pembelahan mitokondria diperlukan untuk proses pembelahan sel yang disebut mitosis,” kata Bennett Van Houten, Ph D., seorang Profesor di bidang Molekuler Onkologi, Pitt School of Medicine dan pemimpin studi ini, seperti dilansir laman University of Pittsburgh Schools of the Health Sciences (4/4/2014). “Hilangnya protein penting di mitokondria ini menyebabkan sel berhenti melakukan mitosis dan mengembangkan kesalahan kromosom. Pada akhirnya sel tumor akan mengalami kematian, hal ini biasa dikenal sebagai apoptosis.”

Para peneliti telah memblokir Drp1 di dalam sel kanker payudara menggunakan suatu agen yang disebut mitochondrial division inhibitor-1 (mdivi-1) dan menemukan bahwa ketika mdivi-1 dan obat kanker cisplatin diberikan secara bersamaan, keduanya menyebabkan kerusakan DNA dan mengganggu replikasi DNA pada sel kanker. Kombinasi pengobatan sinergis tersebut bertindak melalui dua jalur biokimia independen yang menyebabkan membran mitokondria membengkak, meningkatkan permeabilitasnya dan memungkinkan kebocoran sinyal kimia yang memicu apoptosis.

“Cisplatin merupakan salah satu obat kanker yang paling banyak digunakan saat ini. Akan tetapi, beberapa jenis tumor pada dasarnya tahan terhadap cisplatin dan banyak jenis tumor lainnya menjadi resisten, sehingga menyebabkan kegagalan pengobatan,” kata Dr. Van Houten. “Di dalam penelitian kami, kombinasi kedua pengobatan tersebut berhasil mengatasi resistensi terhadap cisplatin dan menyebabkan kematian sel kanker. Hal ini tentunya sangat menggembirakan kita semua.”

Saat ini, tim peneliti sedang menguji metode gabungan pengobatan tersebut pada tikus percobaan yang telah diinduksi kanker ovarium. Kanker ovarium merupakan jenis kanker yang sering muncul kembali setelah dilakukannya pengobatan dan sudah resisten terhadap cisplatin.