Peta penyebaran virus ebola
Afrika Barat. (Credit: CDC)

Korban Meninggal Akibat Wabah Penyakit Ebola di Afrika Mencapai Lebih dari 85 Orang

Diposting pada

Bhataramedia.com – Wabah penyakit akibat virus ebola baru-baru ini menyerang di kawasan pantai Barat Afrika. Penyakit yang mematikan ini kabarnya telah menyebabkan lebih dari 85 orang meninggal dunia. Korban wabah Ebola lainnya masih dalam kondisi sakit dan masih mendapatkan perawatan khusus dari tim medis. Berita ini terakhir dilaporkan hari Jumat 4 April 2014 kemarin. Jumlah korban yang meninggal akibat wabah Ebola ini membuktikan cepatnya wabah Ebola ini menyebar. Pasalnya dari 137 kasus yang dilaporkan oleh pihak WHO, lebih dari 85 orang dinyatakan meninggal. Kota Guekedou, kawasan yang paling dekat dan berbatasan langsung dengan Sierra Leone dan Liberia, menjadi kota dengan korban meninggal akibat wabah Ebola terbanyak. Lima orang sangat yakin bahwa korban berpotensi meninggal bila berada di Ibu Kota Guinea, yaitu Conakry.

Seperti dilansir laman CNN (3/4/2014), kasus wabah penyakit Ebola ini adalah kasus munculnya penyakit Ebola pertama di Afrika Barat. Juru bicara WHO, Tarik Jasarevic menjelaskan bahwa agen PBB sedang berusaha untuk mencari dan akan mengisolasi orang-orang yang diduga berinteraksi langsung dengan para korban wabah Ebola. Para agen PBB ini berjanji bahwa orang-orang yang sebelumnya telah melakukan kontak dengan para korban akan segera dilakukan pemeriksaan kesehatan apakah mereka positif terinfeksi virus Ebola atau tidak. Jika ada diantara mereka terbukti terinfeksi virus Ebola, maka mereka akan dikarantina dan mendapatkan perawatan medis selama berada di area isolasi/ karantina.

Yang terpenting untuk segera dilakukan oleh WHO saat ini adalah mengumumkan pada para penduduk Guinea dan Conakry tentang penyakit Ebola ini karena baru pertama kalinya mereka mengalami wabah penyakit Ebola. Para penduduk kota Guinea dan Conakru perlu mengetahui apa sebenarnya penyakit Ebola dan bagaimana caranya agar para penduduk dapat melindungi diri mereka dari serangan wabah penyakit yang sangat mengerikan ini.

Di Liberia sendiri, tujuh kasus kematian akibat wabah penyakit Ebola telah dilaporkan. Jumlah ini setengah dari total jumlah kasus yang terakhir dilaporkan. Sierra Leone sedang menyelidiki dua kasus kematian dari tujuh kasus kematian yang disebabkan oleh Virus Ebola di Afrika Barat ini. Bantuan tenaga medis seperto dokter dari organisasi Doctors Without Borders telah didatangkan. Para relawan dokter ini menyebutkan bahwa wabah penyakit Ebola di Afrika Selatan ini termasuk wabah Ebola yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bila dibandingkan dengan kasus wabah Ebola sebelumnya, kasus wabah Ebola sebelumnya terbatas pada area kecil saja, tidak menyebar dan meluas dengan cepat seperti kasus wabah Ebola sekarang ini.

Pemerintah Mali melaporkan melalui halaman Facebook bahwa pihaknya telah mengirimkan tiga sampel yang berkaitan dengan tiga korban yang diduga terserang Ebola pada Pusat Kontrol Penyakit dan Pencegahan di Amerika untuk dianalisis. Sementara ini, tiga orang korban yang diduga mengidap penyakit Ebola tengah dirawat di unit isolasi untuk dipulihkan kembali kondisi kesehatannya.

Penyakit Ebola sendiri merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh virus yang dinamakan virus Ebola. virus Ebola ini dianggap sebagai salah satu jenis virus yang paling mematikan di dunia di mana virus ini dapat menyebabkan penderita mengalami demam akut dan telah membunuh lebih dari 90 persen penderitanya. Virus ini menyebar melalui darah dan mematikan sistem kekebalan tubuh. Seseorang yang positif terinfeksivirus Ebola akan mengalami gejala demam tinggi, sakit kepala, sakit pada otot, dan bahkan disertai dengan pendarahan. Wabah Ebola pertama kali terjadi di tahun 1976 di Republik Demokrasi Kongo.