lari, jogging
Ilustrasi, lari. (Photo : Kyle Cassidy)

Impotensi Bisa Disembuhkan Tanpa Pengobatan

Diposting pada
lari, jogging
Ilustrasi, jogging. (Photo : Kyle Cassidy)

Bhataramedia.com – Menurut penelitian dari University of Adelaide, para pria yang telah lama menderita penyakit disfungsi seksual (impotensi) kini dapat mengatasi masalah mereka dengan berfokus pada faktor gaya hidup mereka dan tidak hanya bergantung pada pengobatan medis saja.

Dari sebuah naskah penelitian yang diterbitkan di Journal of Sexual Medicine, para peneliti menyoroti kasus disfungsi ereksi dan kekurangan gairah s*ksual pada pria-pria di Australia yang berumur 35-80 tahun. Dalam periode waktu lima tahun, 30% dari 810 pria yang terlibat dalam proyek penelitian ini telah mengalami semacam bentuk disfungsi ereksi.

“Hubungan seksual bukan hanya merupakan bagian penting dalam kesejahteraan hidup seseorang. Dari segi klinis, ketidakmampuan pria dalam melakukan aktivitas seksual juga dapat terkait dengan masalah kesehatan lainnya yang bisa bersifat kronis, bahkan berpotensi fatal,” menurut Profesor Gary Wittert, Kepala Bidang Ilmu Kesehatan dan Direktur dari Freemasons Foundation Centre for Men’s Health di University of Adelaide, seperti dilansir laman University of Adelaide (28/3/2014).

“Studi kami telah menunjukkan tingginya tingkat kasus pria yang mengalami masalah disfungsi ereksi, hal ini merupakan hal yang harus diperhatikan. Dibandingkan dengan masalah psikologis, faktor utama dari masalah ini umumnya adalah kondisi fisik, seperti kelebihan berat badan atau obesitas, tingginya konsumsi alkohol, masalah tidur atau apnea tidur yang mengganggu, serta juga faktor umur.”

“Berita baiknya adalah studi kami juga telah menemukan tingginya tingkat kasus pria yang secara alami berhasil mengatasi masalah disfungsi ereksi. Tingkat pengurangan dari mereka yang mengalami disfungsi ereksi adalah 29%, angka ini merupakan angka yang sangat tinggi. Hal ini menunjukkan bahwa dari sekian banyak faktor yang mempengaruhi para pria, banyak yang masih bisa dirubah, sehingga hal ini bisa memberikan harapan dan kesempatan pada mereka untuk mengatasi kondisi tersebut,” ujar Professor Wittert.

Menurut pendapat penulis utama dari naskah penelitian tersebut, Dr. Sean Martin dari Freemason Foundation Centre for Men’s Health di University of Adelaide, “Meskipun dibutuhkan pengobatan medis untuk mengatasi masalah disfungsi ereksi, namun tampaknya akan lebih baik jika faktor gaya hidup juga diperhitungkan.”

“Disfungsi ereksi dapat menjadi masalah yang sangat serius, karena masalah ini merupakan penanda dasar untuk penyakit kardiovaskular, dan umumnya muncul sebelum kondisi jantung yang bermasalah benar-benar terlihat. Maka dari itu, sebaiknya para pria mempertimbangkan untuk mengatur berat badan dan nutrisi harian mereka, lebih sering berolahraga secara teratur, mengurangi konsumsi alkohol serta tidur yang lebih baik di malam hari; dan di saat bersamaan juga turut memperhatikan faktor resiko lain seperti diabetes, tekanan darah tinggi, serta kolesterol.”

“Tindakan ini tidak hanya bisa meningkatkan kemampuan s*ksual mereka, tapi juga dapat memperbaiki kesehatan kardiovaskular, serta mengurangi resiko untuk terkena penyakit diabetes.”

Referensi Jurnal :

Sean A. Martin, Evan Atlantis, Kylie Lange, Anne W. Taylor, Peter O’Loughlin, Gary A. Wittert. Predictors of Sexual Dysfunction Incidence and Remission in Men. The Journal of Sexual Medicine, 2014; DOI: 10.1111/jsm.12483.