gigi, senyum
Ilustrasi.

Panduan Kesehatan Gigi Bagi Anak-Anak

Diposting pada
gigi, senyum
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Kebersihan mulut dan gigi yang sehat sangat penting pada usia berapa pun, bahkan ketika bayi. Gigi bayi yang sehat membantu menempatkan gigi permanen pada tempat yang sesuai, sehingga membantu membentuk wajah bayi dengan benar dan membantu anak-anak mengunyah dan makan dengan benar serta berbicara dengan jelas. Gigi yang tidak sehat dapat mempengaruhi kesehatan anak-anak dan bayi secara keseluruhan, menyebabkan mereka sakit dan mengalami kesulitan makan, sehingga dapat menyebabkan masalah dalam perkembangan anak-anak secara umum. Kerusakan gigi pada bayi adalah penyakit yang paling kronis pada anak usia dini. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada gigi permanen, sehingga mengakibatkan pengobatan yang menyakitkan dan mahal.

Panduan ini akan membantu pembelajaran mengenai bagaimana menjaga gigi anak-anak Anda agar sehat dan kuat semenjak masih bayi serta praktek kebersihan gigi yang baik.

Tumbuh Gigi

Kebersihan mulut yang baik untuk bayi bahkan dimulai sebelum gigi mulai tumbuh. Segera setelah ia lahir, orang tua harus membersihkan gusi bayi mereka dengan lap halus dan lembab setelah makan. Hal ini membantu untuk mencegah perkembangan bakteri.

Antara 6 dan 8 bulan, bayi Anda biasanya mulai tumbuh gigi, meskipun beberapa anak-anak mengalami tumbuh gigi setelah rentang waktu tersebut. Tumbuh gigi seringkali tidak nyaman untuk bayi, tetapi ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk meringankan ketidaknyamanan tersebut, misalnya :

  • Membiarkan mereka mengunyah benda yang dingin seperti cincin karet gigi yang lunak atau buah lunak yang dingin (hindari menggunakan benda yang dapat pecah dan cincin gigi yang berisi cairan)
  • Gosok gusi mereka dengan kain lap basah yang dingin.
  • Seka gusi mereka dengan menggunakan waslap basah.
  • Sebaiknya mereka diberi makanan yang lembut dan dingin seperti saus apel dan yogurt
  • Dalam kasus-kasus ekstrim seperti lekas marah atau gelisah, pemberian acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu
  • Gel tumbuh gigi dapat membantu, tetapi jangan digunakan terlalu banyak.

Jangan memotong gusi atau menempatkan alkohol dan sesuatu yang beku di hadapan mereka. Jangan berikan aspirin pada bayi Anda. Hindari bubuk tumbuh gigi.

Tumbuh gigi dapat berlangsung selama satu tahun atau lebih. Bayi seharusnya memiliki semua gigi mereka dalam waktu 30 bulan.

Menyikat Gigi untuk Anak-Anak

Setelah gigi bayi Anda tumbuh, saatnya untuk mulai membersihkan mereka. Gunakan, sikat gigi kecil dan lembut atau kain yang bersih dan lembut. Banyak dokter gigi menganjurkan membersihkan gigi anak-anak hanya dengan air sampai mereka berusia 2 tahun, pada usia ini, mulailah beralih ke pasta gigi fluoride dalam jumlah yang kecil.

Sikatlah gigi anak Anda dua kali sehari selama dua menit dan perhatian secara khusus pada geraham belakang, di mana rongga cenderung berkembang. Anak-anak akan membutuhkan bantuan untuk menyikat gigi sampai sekitar usia 8 tahun. Untuk memastikan anak Anda belajar menyikat gigi dengan baik, anda dapaat membimbing tangannya saat menyikat sehingga ia akan melakukan pergerakan yang benar.

Mulailah bersihkan plak dan sisa makanan dengan benang gigi (flossing) pada saat dua gigi mulai menempel.

Kunjungan Pertama ke Dokter Gigi

Seperti dilansir dari laman Live Science (21/3/2014), The American Academy of Pediatric Dentistry merekomendasikan bahwa semua anak mengunjungi dokter gigi segera setelah gigi pertama mereka muncul, atau pada usia 1 tahun. Setelah itu, anak-anak harus mengunjungi dokter gigi setiap enam bulan, sebagaimana seharusnya orang dewasa. Bawalah anak Anda ke dokter gigi anak yang akan menjelaskan apa yang terjadi pada anak Anda, menunjukkan kepadanya alat, biarkan dia duduk di pangkuan Anda selama prosedur jika dia gugup, dan memberikan hadiah pada akhir kunjungan.

Pada saat kunjungan pertama, dokter gigi akan mencari masalah awal pada gigi anak Anda dan mendiskusikan informasi penting tentang kesehatan gigi untuk anak-anak, diet, penggunaan botol dan kebiasaan mengisap jempol.

Gigi Bayi / Gigi Susu

Gigi bayi juga disebut gigi primer, gigi susu, dan gigi sulung. Gigi bayi sangatlah penting untuk perkembangan anak yang sehat. Gigi tersebut tidak hanya membantu anak-anak mengunyah dan berbicara dengan baik, tetapi juga menempati ruang di rahang untuk perkembangan gigi permanen.

Rongga gigi bayi merupakan salah satu gangguan kesehatan anak-anak yang paling umum. Selain menyikat gigi, flossing dan kunjungan ke dokter gigi, orang tua harus menghindari memberikan anak-anak terlalu banyak gula atau pati, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.

Selama tidur siang atau sebelum tidur, berikan bayi anda botol yang diisi dengan air saja, jangan isi botol dengan jus, susu formula atau bahkan ASI dan membiarkan bayi Anda mengisapnya saat tidur karena dapat menyebabkan kerusakan gigi. Hal yang sama berlaku untuk cangkir hisap: jika anak anda suka membawa-bawa cangkir hisap, tetaplah isi dengan air. Cobalah untuk membuat anak anda beralih dari cangkir hisap ke cangkir biasa, misalnya dengan memberikan kado ulang tahun berupa cangkir biasa kepada anak anda.

Biasanya, anak-anak dapat dengan aman menghisap jempol mereka, dot, atau jari sampai sekitar usia 4 tahun tanpa masalah kerusakan gigi. Setelah usia 4 tahun, beritahu dokter gigi anda jika anak anda masih memiliki kebiasaan mengisap.

Gigi Gemeretak (Teeth Grinding) Pada Anak

Hal ini secara medis disebut dengan bruxism, gigi gemeretak merupakan masalah umum bagi anak-anak dan mempengaruhi setidaknya 20 persen dari anak-anak. Hal ini biasanya terjadi selama tidur atau ketika anak berada di bawah stres. Gigi gemeretak terjadi selama sekitar empat detik dan terjadi kira-kira enam kali per jam pada malam hari.

Anak-anak dapat mengalami gigi gemeretak akibat alasan yang berbeda, misalnya : kesesuaian rahang yang tidak tepat, sebagai respon terhadap nyeri seperti tumbuh gigi, dan stres. Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak dengan ADHD, masalah perilaku, cerebral palsy, dan mereka yang mengonsumsi obat-obatan tertentu lebih mungkin untuk mengalami gigi gemeretak.

Jika anak mengalami hal ini, anda harus membawanya ke dokter gigi. Gigi gemeretak seringkali tidak memiliki efek samping dan kebanyakan anak-anak sembuh dengan sendirinya seiring memasuki usia remaja. Namun demikian, hal itu dapat menyebabkan masalah dan harus dirawat. Masalah kecil yang dapat terjadi adalah:

  • Sakit kepala
  • Sakit telinga
  • Sakit saat mengunyah
  • Sakit pada wajah atau rahang
  • Gigi gemeretak dapat menimbulkan gangguan suara pada anggota keluarga lain

Konsekuensi yang lebih serius, misalnya :

  • Berkurangnya enamel gigi
  • Gigi sumbing
  • Sensitivitas terhadap peningkatan temperatur
  • Nyeri wajah dan masalah pada rahang, seperti TMJ (Temporomandibular Joint Disease)

Untuk membantu menghentikan anak anda dari gigi gemertak, dokter gigi mungkin menyarankan penyangga mulut khusus yang dibentuk sesuai mulut anak Anda. Jika gigi gemeretak adalah hasil dari stres, cobalah berbicara dengan anak anda tentang perasaannya secara teratur dan melakukan kegiatan yang menenangkan sebelum tidur.

Pertanyaan Umum Tentang Gigi pada Anak-Anak

Berapa banyak gigi yang anak-anak miliki?

Anak-anak memiliki 20 gigi bayi dan 32 gigi pada saat Dewasa, sehingga akhirnya anak anda akan memiliki 32 gigi. Hal ini biasanya terjadi pada masa remaja, meskipun setiap orang memiliki waktu yang berbeda. Kadang-kadang orang dewasa memiliki gigi bungsu yang dicabut. Jika semua gigi bungsu dicabut, orang dewasa hanya memiliki 28 gigi.

Kapan anak-anak kehilangan gigi mereka?

Anak-anak biasanya mulai kehilangan gigi bayi sekitar usia 6 tahun. Anak wanita sering mulai kehilangan gigi bayi sebelum anak laki-laki. Sebagian besar anak-anak akan kehilangan semua gigi bayi mereka pada usia 13 tahun.

Gigi bayi biasanya hilang dalam urutan dimana mereka pertama kali muncul : dua gigi bawah depan, dua gigi depan atas, gigi seri lateral, gigi geraham pertama / depan, gigi taring dan gigi molar kedua / belakang.

Berapa banyak gigi yang hilang pada anak-anak?

Anak-anak akan kehilangan 20 gigi (semua gigi bayi gigi susu) selama sekitar tujuh tahun.