kentang rekayasa genetik
Perbandingan kentang rekayasa genetik dan konvensional setelah dipotong dan dibiarkan selama 10 jam.(Credit: Simplot)

Kentang Hasil Rekayasa Genetik Turunkan Risiko Kanker

Diposting pada

Bhataramedia.com – Departemen Pertanian Amerika Serikat pada hari Jumat lalu telah untuk pertama kalinya telah menyetujui penggunaan kentang hasil rekayasa genetika  pada penanaman komersial di Amerika Serikat. Suatu langkah yang kemungkinan dapat memicu kemarahan dari kelompok yang menentang makanan manipulasi buatan.

Dilansir NewsmaxHealth (08/11/2014), kentang yang disebut  Innate potato tersebut dikembangkan oleh J.R. Simplot Company dan telah direkayasa agar mengandung sedikit karsinogen (zat penyebab kanker) pada saat digoreng. Selain itu kentang tersebut lebih tahan terhadap lebam selama proses transportasi.

Perusahaan Simplot yang berbasis di Idaho adalah pemasok utama kentang goreng beku untuk perusahaan makanan cepat saji raksasa, McDonald.

Pengumuman pada hari Jumat yang lalu berasal dari USDA Animal and Plant Health Inspection Service (APHIS) (APHIS). Simplot mendaftarkan kentang hasil rekayasa genetik tersebut kepada APHIS pada tahun 2013. Pengajuan tersebut juga ditinjau oleh Environmental Protection Agency dan Food and Drug Administration.

Uji coba lapangan dilakukan dari tahun 2009 sampai 2011 di delapan negara bagian Amerika Serikat; Florida, Indiana, Idaho, Michigan, Nebraska, North Dakota, Washington dan Wisconsin.

Modifikasi genetik di bidang perkebunan, seperti jagung dan kedelai sangat umum di AS. Lebih dari 90 persen kedelai dan sekitar 89 persen dari jagung di Amerika Serikat telah diubah secara genetik agar lebih toleran terhadap herbisida atau memiliki ciri-ciri unggul lainnya.

Namun, modifikasi genetik untuk tanaman pangan seperti gandum, buah-buahan dan sayuran, masih menjadi kontroversi di Amerika Serikat. Selain itu, belum ada tanaman hasil rekayasa genetik yang disetujui untuk jenis  tanaman-tanaman tersebut.

Di dalam pernyataan pers, APHIS menyatakan telah menerima ratusan protes dari individu atau kelompok mengenai kentang hasil rekayasa genetik tersebut.

Menurut pernyataan dari APHIS, di antara mereka yang menentang hal tersebut, pada umumnya secara luas menentang pengembangan tanaman rekayasa genetik, serta mendesak untuk dibuatnya kerangka peraturan mengenai tanaman rekayasa genetik.

Salah satu komentar publik  yang positif mengenai kentang rekayasa genetik tersebut adalah mengenai potensi manfaatnya untuk menurunkan risiko kanker bagi konsumen.