jeruk
Ilustrasi, jeruk.

Konsumsi Teh dan Jeruk Turunkan Risiko Kanker Ovarium

Diposting pada

Bhataramedia.com – Teh dan buah-buahan citrus, seperti jeruk, dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk terkena kanker ovarium. Hal ini berdasarkan penelitian baru dari University of East Anglia (UEA).

Penelitian ini mengungkapkan bahwa wanita yang mengkonsumsi makanan yang mengandung flavonol dan flavanon (keduanya merupakan subclass dari flavonoid) secara signifikan menurunkan risiko terkena kanker ovarium epitel, penyebab utama kematian nomor lima akibat kanker di kalangan wanita.

Di dalam penelitian ini, tim peneliti mempelajari kebiasaan makan dari 171.940 wanita berusia antara 25 dan 55 tahun selama lebih dari tiga dekade.

Tim peneliti kemudian menemukan bahwa para wanita yang mengkonsumsi makanan dan minuman yang tinggi akan flavonol (ditemukan di dalam teh, anggur merah, apel dan anggur) dan flavanon (ditemukan di dalam buah jeruk dan jus jeruk) kurang mungkin untuk mengembangkan kanker ovarium.

Kanker ovarium mempengaruhi lebih dari 6.500 wanita di Inggris setiap tahun. Di Amerika Serikat, sekitar 20.000 wanita didiagnosis dengan kanker ovarium setiap tahun.

Prof. Aedin Cassidy, dari Departemen Gizi di UEA Norwich Medical School, merupakan memimpin dari penelitian ini. “Ini adalah studi pertama berskala besar untuk melihat ke apakah kebiasaan asupan flavonoid yang berbeda dapat mengurangi risiko kanker ovarium epitel,” kata dia.

“Kami menemukan bahwa wanita yang mengkonsumsi makanan yang tinggi akan flavonol dan flavanon, memiliki risiko jauh lebih rendah terkena kanker ovarium epitel,” ungkap Prof Cassidy, seperti dilansir University of East Anglia (28/10/2014).

“Sumber utama senyawa ini termasuk teh, buah jeruk dan jus jeruk, yang mudah dimasukkan ke dalam pola diet. Hal ini menunjukkan bahwa perubahan sederhana di dalam asupan makanan dapat berdampak pada pengurangan risiko kanker ovarium.

“Secara khusus, hanya dengan meminum beberapa cangkir teh hitam setiap harinya, dikaitkan dengan penurunan risiko sebesara 31 persen.”

Penelitian ini adalah yang pertama kalinya secara komprehensif memeriksa enam subclass flavonoid utama yang ada di dalam diet normal dengan risiko kanker ovarium. Selain itu, juga merupakan yang pertama kali menyelidiki dampak dari polimer dan antosianin.

Penelitian ini dipimpin oleh Prof. Cassidy dan Prof. Shelley Tworoger, dari Brigham and Women’s Hospital dan Harvard Medical School. Data berasal dari Nurses Health Study.