tanaman lonicera
Tanaman genus Lonicera.

Pengobatan Herbal Cina Kemungkinan dapat Mengobati Ebola

Diposting pada

Bhataramedia.com –¬†Selama berabad-abad, praktisi pengobatan tradisional Cina telah memberikan tanaman herbal genus Lonicera kepada pasien mereka (sering di dalam bentuk teh) untuk membantu meringankan penyakit tertentu. Saat ini, para peneliti berpikir bahwa praktek kuno ini kemungkinan memiliki manfaat yang lebih. Suatu molekul di dalam tanaman tersebut dapat secara langsung menargetkan influenza, sehingga membuatnya menjadi pilihan pengobatan yang potensial.

Hal tersebut setidaknya menurut studi yang baru-baru ini diterbitkan di jurnal Cell Research. Studi ini menjelaskan bagaimana molekul MIR2911 tampaknya secara khusus menargetkan kinerja dari influenza-A virus (IAV). IAV adalah virus flu tipe khusus yang terkait dengan flu burung, flu Spanyol dan flu babi.

Menurut para peneliti, proses perebusan tanaman herbal Lonicera adalah alasan bagi para ilmuwan untuk mengabaikan obat tradisional Cina tersebut.

“Secara umum telah dipercaya bahwa molekul menguntungkan akan hancur selama proses perebusan . Memang, data kami menunjukkan bahwa sebagian besar molekul yang terkandung di dalam Lonicera terdegradasi selama proses perebusan,” tulis para penulis, seperti dilansir NatureWorldNews (15/10/14).

Namun, telah ditemukan bahwa MIR2911 secara selektif dapat bertahan dari proses perebusan.

Agar dapat menentukan bagaimana sebenarnya molekul MIR2911membantu mengatasi influenza, peneliti memberi rebusan Lonicera pada sekelompok tikus laboratorium di dalam bentuk sup. Mereka dengan cepat menemukan bahwa pada tikus yang terinfeksi, MIR2911 menargetkan dua gen yang terkait dengan proses replikasi virus (PB2 dan NS1), sehingga menghentikan proses replikasi virus. Virus tidak dapat bereproduksi dan menyebar di dalam tubuh dan pada akhirnya virus akan mati.

Para peneliti menyebut MIR2911 sebagai “penisilin virologi” karena merupakan contoh eksklusif produk alami yang langsung menargetkan berbagai strain virus.

Menurut tim peneliti, hal yang lebih mengejutkan adalah serangkaian penelitian yang dilakukan telah mengungkapkan bahwa MIR2911 bahkan menargetkan kerja dari virus Ebola. Namun, perlu dicatat bahwa penelitian ini jauh dari sempurna dan hasilnya masih jauh dari kenyataan.