peternakan sapi
Peternakan sapi.

Bhataramedia.com – Deforestasi diperlukan untuk memberi makan populasi global yang berkembang. Ini adalah kepercayaan umum yang saat ini telah dibantah oleh para peneliti dari Institute of Social Ecology, Wina. Pada penelitian yang diterbitkan di Nature Communications mereka mempresentasikan hasil yang mengungkapkan bahwa adalah mungkin untuk menghasilkan makanan yang cukup untuk dunia pada tahun 2050 dan pada saat yang sama, menjaga hutan dunia saat ini.

“Pelestarian kawasan hutan yang tersisa di dunia merupakan tujuan utama dari perlindungan iklim dan keanekaragaman hayati, tetapi deforestasi sering dibenarkan oleh kebutuhan lebih banyak lahan pertanian,” jelas Karlheinz Erb (Institute of Social Ecology), salah satu penulis studi tersebut.

Erb dan rekan-rekannya telah melakukan perhitungan komprehensif yang menilai pilihan untuk memberi makan populasi global di tahun 2050, dengan hipotetis tidak ada deforestasi di dunia. Mengambil berbagai faktor kunci sebagai pertimbangan, termasuk teknologi pertanian (misalnya yield, intensitas penggunaan lahan), berbagai sistem ternak, luasnya lahan lahan pertanian atau tanah-tanah penggembalaan, serta diet manusia (vegan, vegetarian, konsumsi daging moderat, dll), para peneliti menemukan bahwa sekitar 60 persen dari 500 skenario yang diperhitungkan dapat menjadi opsi yang layak.

Dilansir Alpen-Adria-Universität Klagenfurt | Graz | Wien (19/04/2016), Karlheinz Erb merangkum : “Menurut analisis kami, perilaku nutrisi manusia adalah komponen yang paling penting. Jika populasi dunia mengikuti diet vegan, semua kombinasi parameter, bahkan mereka dengan tingkat yield terendah dan perluasan lahan pertanian yang rendah, akan layak. Dengan diet vegetarian, 94 persen dari semua skenario yang kami perhitungkan akan layak.”

Sementara perubahan penuh menjadi diet vegetarian dari seluruh penduduk dunia tentu saja tidak realistis, tetapi hal tersebut menggambarkan dampak besar diet terhadap ruang pilihan di masa depan untuk pengembangan.

Hasil ini jelas menunjukkan bahwa kelestarian hutan menjadi lebih sulit, serta lebih banyak produk hewani dikonsumsi. Pada kasus diet yang melibatkan persentase daging yang tinggi, hanya 15 persen dari 500 pilihan akan mengizinkan pelestarian kawasan hutan. Skenario ini didasarkan pada tingkat intensif manajemen pertanian serta ekspansi besar-besaran dari lahan pertanian ke daerah-daerah yang saat ini digunakan untuk merumput.

Namun, peternakan dan penggunaan tanah sebagai lahan penggembalaan juga dapat menghasilkan efek positif. Misalnya, peternakan memungkinkan untuk menggunakan daerah-daerah yang tidak dapat digunakan sebagai tanah yang subur, sehingga dapat berkontribusi untuk ketersediaan pangan. Bagaimanapun, pengaruh ini hilang jika hewan ternak diberi pakan utama dengan produk lahan pertanian seperti pakan konsentrat.

Erb menunjuk ke salah satu komponen penting dari penelitian ini : “Tujuannya adalah untuk menyediakan makanan yang cukup untuk seluruh populasi global. Hal ini berarti bahwa penggunaan lahan harus digenjot produksinya dan diperluas ke bidang-bidang seperti padang rumput alami (daerah yang saat ini digunakan, misalnya untuk pertanian subsisten, dan tuan rumah sebagian besar dari keanekaragaman hayati global). Atau, ini mungkin mengakibatkan kenaikan besar pada aliran perdagangan pangan global, seiring banyak daerah tidak akan mampu untuk memberi makan populasi mereka di dalam negeri, bahkan di dunia.”

Ini adalah adalah ancaman potensial untuk keamanan pangan bagi daerah dengan daya beli rendah yang hari ini sudah bergantung pada impor pangan, seperti bagian besar dari Sub-Sahara Afrika. Membentuk saling keterkaitan perdagangan global secara berkelanjutan merupakan tantangan yang cukup besar, karena lembaga yang mampu mengatur keseimbangan antara pasokan dan permintaan di tingkat global saat ini tidak ada atau hanya sedikit dikembangkan.

Hasil penelitian ini sangat signifikan bagi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan UNO : Mereka menggambarkan bahwa tujuan yang telah dikembangkan untuk melindungi hutan, pusat untuk perlindungan iklim atau konservasi keanekaragaman hayati, tidak selalu bertentangan dengan pencapaian ketahanan pangan bagi penduduk global.

Referensi Jurnal :

Karl-Heinz Erb, Christian Lauk, Thomas Kastner, Andreas Mayer, Michaela C. Theurl, Helmut Haberl. Exploring the biophysical option space for feeding the world without deforestation. Nature Communications, 2016; 7: 11382 DOI: 10.1038/NCOMMS11382.

loading...