obesitas

Bhataramedia.com – Untuk pertama kalinya, para ilmuwan telah menemukan proses alami dimana tikus yang secara genetik cenderung gemuk mendapatkan berat badan. Temuan ini membuka pendekatan baru yang potensial untuk melawan obesitas. Studi yang dipresentasikan di International Liver CongressTM, Barcelona, Spanyol menunjukkan bahwa gangguan pada jaringan adiposa (lemak) coklat atau dikenal sebagai ‘lemak coklat’, mendorong obesitas. Dengan merangsang produksi panas di dalam jaringan lemak ini, manajemen berat badan dan toleransi glukosa dapat ditingkatkan.

Obesitas di seluruh dunia telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak tahun 1980. Pada tahun 2014, ada lebih dari 600 juta orang diklasifikasikan sebagai obesitas, jumlah ini sekitar 13% dari populasi global. Obesitas sekarang diklasifikasikan sebagai ‘epidemi’ oleh World Health Organization dan segera diperlukan tindakan mendesak untuk mengatasinya.

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa gangguan metabolik tertentu meningkatkan kemungkinan obesitas dan isu-isu terkait, seperti diabetes dan tekanan darah tinggi,” kata pemimpin penulis studi, Laurence Poekes, Université Catholique de Louvain, Bruxelles, Belgia.

“Dengan intervensi untuk membalikkan gangguan tersebut menggunakan model tikus, kami percaya strategi terapi yang efektif dapat dikembangkan untuk memerangi obesitas dan penyakit yang terkait,” lanjut Laurence Poekes.

Pada studi tersebut, tikus jenis foz dipelajari karena rentan untuk mengembangkan sindrom metabolik, yang ditandai dengan obesitas, tekanan darah tinggi dan diabetes. Tikus foz dipelajari bersama tikus jenis ‘wild type’, yang tidak memiliki gangguan metabolik. Sebanyak 3 metabolik sindrom pada tikus foz dikaitkan dengan gangguan thermogenesis pada jaringan lemak coklat dalam menanggapi diet tinggi lemak atau paparan dingin. Hal ini dapat berkontribusi untuk menurunkan pengeluaran energi dan meningkatkan penyimpanan lemak.

Untuk merangsang aktivitas jaringan lemak coklat pada tikus foz yang kelebihan berat badan, tikus diberi perlakuan paparan dingin (4°C, 2 jam/ hari, 5 hari/minggu), pengobatan agonistik β3-adrenergik (CL-316243, 1 mg/ kg/hari) dan transplantasi jaringan lemak coklat dari tikus jenis ‘wild type’.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus foz yang aktivitas jaringan lemak coklatnya telah di stimulasi, mengalami penurunan penambahan berat (11g vs 16g, p <0,001) dan peningkatan toleransi glukosa (p <0,001) dibandingkan dengan tikus foz yang tidak diberi perlakuan.

BACA JUGA:  Senyawa Pada Teh Hijau Blokir Rheumatoid Arthritis

“Studi ini mengungkap pendekatan cerdas yang dapat membantu komunitas medis mengembangkan intervensi yang efektif untuk mengatasi epidemi obesitas pada populasi global,” kata Profesor Tom Hemming Karlssen, Wakil Sekretaris EASL. “Saya berharap untuk melihat pendekatan ini diteliti lebih lanjut pada penelitian di masa depan,” ungkap dia, seperti dilansir European Association for the Study of the Liver (15/04/2016).

Referensi :

1. World Health Organization. Obesity and overweight. Available from: http://www.who.int/mediacentre/factsheets/fs311/en/. Last accessed: March 2016.

2. World Health Organization. 10 facts about obesity. Available from: http://www.who.int/features/factfiles/obesity/en/. Last accessed: March 2016.

3. NHS Choices. Metabolic syndrome. Available from: http://www.nhs.uk/Conditions/metabolic-syndrome/Pages/Introduction.aspx. Last accessed: March 2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here