sel b, antigen, HIV, vaksin
Para peneliti telah mengidentifikasi suatu imunogen yang dapat mengaktifkan bagian tertentu dari sel B untuk melepaskan antigen yang secara luas menetralisirHIV. (Credit: C. Bickel / Science (2016))

Bhataramedia.com – Beberapa orang yang terinfeksi HIV, secara alami menghasilkan antibodi yang efektif menetralisir banyak strain virus yang bermutasi dengan cepat, dan para ilmuwan sedang bekerja untuk mengembangkan vaksin yang mampu merangsang antibodi yang dapat mencegah infeksi HIV.

Strategi vaksin yang baru muncul melibatkan imunisasi dengan serangkaian protein HIV yang telah direkayasa sebagai imunogen, untuk mengajarkan sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi penetralisir secara luas terhadap HIV. Strategi ini tergantung pada kemampuan imunogen pertama yang mengikat dan mengaktifkan sel-sel khusus, dikenal sebagai “broadly neutralizing antibody precursor B cells”, yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi sel-sel B yang memproduksi antibodi secara luas.

Tim peneliti kini telah menemukan bahwa sel-sel prekursor yang tepat ( “germline”) untuk satu jenis antibodi HIV ada pada kebanyakan orang, dan telah menghasilkan desain vaksin HIV germline penarget imunogenyang mampu mengikat sel-sel B. Temuan oleh ilmuwan dari The Scripps Research Institute (TSRI), International AIDS Vaccine Initiative (IAVI) dan La Jolla Institute for Allergy and Immunology tersebut, diterbitkan di Science pada 25 Maret.

“Kami menemukan bahwa hampir semua orang memiliki prekursor antibodi penetralisir secara luas, dan protein yang direkayasa dengan tepat dapat mengikat sel-sel ini yang memiliki potensi untuk berkembang menjadi sel-sel yang memproduksi antibodi HIV secar luas, bahkan di hadapan persaingan dari sel-sel kekebalan lainnya,” kata penulis utama studi tersebut, William schief, profesor dan direktur accine Design of the IAVI Neutralizing Antibody Center di TSRI.

Sistem kekebalan tubuh berisi kolam besar prekursor sel-sel B yang berbeda sehingga dapat menanggapi berbagai patogen. Tetapi itu juga berarti bahwa prekursor sel-sel B mampu mengenali fitur tertentu pada permukaan virus yang sangat langka pada jumlah total sel B.
“Tantangan bagi pengembang vaksin adalah untuk menentukan apakah suatu imunogen dapat menyajikan permukaan virus tertentu dengan cara sel-sel B yang berbeda dapat diaktifkan, berkembang biak dan berguna,” kata rekan penulis studi Shane Crotty, profesor di La Jolla Institute.

“Dengan menggunakan teknik baru, kami mampu menunjukkan, baik sebelum uji klinis, bahwa kebanyakan manusia benar-benar memiliki sel-sel B yang tepat yang akan mengikat calon vaksin ini. Sungguh luar biasa bahwa desain protein dapat begitu spesifik untuk ‘menemukan’ satu dalam satu juta sel, menunjukkan kelayakan strategi vaksin baru ini,” lanjut Shane, seperti dilansir Scripps Research Institute (24/03/2016).

Karya ini menawarkan wawasan untuk perencanaan uji klinis tahap 1 yang akan menguji versi nanopartikel dari protein vaksin HIV yang direkayasa, “EOD-GT8 60mer.” “Tujuan dari studi klinis akan menguji keamanan dan kemampuan protein ini direkayasa untuk memperoleh respon imun yang diinginkan pada manusia yang akan terlihat seperti awal luas menetralisir pengembangan antibodi,” kata schief. “Data dari studi baru ini juga penting untuk merancang uji klinis, termasuk ukuran dan metode analisis.”
Pada bulan Juni, para ilmuwan dari TSRI, IAVI dan The Rockefeller University melaporkan bahwa eOD-GT8 60mer menghasilkan respon antibodi pada tikus yang menunjukkan beberapa ciri-ciri yang diperlukan untuk mengenali dan menghambat HIV. Jika eOD-GT8 60mer melakukan hal yang sama pada manusia, dorongan tambahan imunogen diperkirakan diperlukan untuk mendorong antibodi penetral spektrum luaas yang dapat memblokir HIV.

Pekerjaan baru ini juga menyediakan metode bagi para peneliti untuk menilai apakah protein vaksin baru lainnya dapat mengikat prekursor sel B yang mereka inginkan. Metode ini adalah alat yang berharga untuk desain vaksin yang lebih tertarget dan efektif terhadap AIDS, menyediakan kemampuan untuk diujikan pada hewan sebelum mengujinya dalam uji klinis skala yang memakan waktu dan biaya mahal.

Dengan melihat darah yang disumbangkan oleh para relawan yang sehat, para ilmuwan menemukan sel-sel B yang mampu menciptakan antibodi ” kelas VRC01 “, yang mengenali permukaan atau epitop HIV. Antibodi kelas VRC01 adalah kelompok antibodi yang diisolasi dari individu berbeda yang tampaknya telah dikembangkan dengan cara yang sangat mirip, dan telah dihipotesiskan bahwa sel B kelas VRC01 sangat mirip pada orang-orang yang berbeda. EOD-GT8 60mer dirancang untuk melibatkan prekursor sel-sel B ini untuk memulai pengembangan antibodi yang secara luas menetralisir HIV.

Referensi Jurnal :

J. G. Jardine, D. W. Kulp, C. Havenar-Daughton, A. Sarkar, B. Briney, D. Sok, F. Sesterhenn, J. Ereno-Orbea, O. Kalyuzhniy, I. Deresa, X. Hu, S. Spencer, M. Jones, E. Georgeson, Y. Adachi, M. Kubitz, A. C. deCamp, J.-P. Julien, I. A. Wilson, D. R. Burton, S. Crotty, W. R. Schief. HIV-1 broadly neutralizing antibody precursor B cells revealed by germline-targeting immunogen. Science, 2016; 351 (6280): 1458 DOI: 10.1126/science.aad9195.

loading...