loading...
pelari, gerakan, atlit
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Suatu studi baru telah mengungkapkan bagaimana gerakan individu dapat memberikan wawasan yang unik ke ciri-ciri kepribadian yang melekat pada mereka.

Penelitian terobosan ini dapat membuka jalur baru bagi para profesional kesehatan untuk mendiagnosa dan mengobati kondisi kesehatan mental di masa depan.

Sebuah tim ahli, termasuk dari University of Exeter, telah menunjukkan bahwa orang-orang yang menampilkan karakteristik perilaku yang mirip, cenderung menggerakkan tubuh mereka dengan cara yang sama.

Studi baru ini menunjukkan bahwa setiap orang memiliki “individual motor signature” (IMS), cetak biru dari perbedaan halus pada cara mereka bergerak dibandingkan dengan orang lain, seperti kecepatan atau berat dari gerakan misalnya.

Dengan menggunakan permainan cermin tembus pandang, di mana dua peserta diminta untuk meniru gerakan masing-masing, tim peneliti menunjukkan bahwa orang yang memiliki gerakan serupa akan cenderung menampilkan perilaku kolektif yang lebih terorganisir.

Tim peneliti, yang juga termasuk para ahli dari University of Bristol, Montpellier University dan University of Naples Federico II, percaya bahwa temuan ini menunjukkan bahwa orang dengan cetak biru gerakan yang sebanding, akan lebih mudah untuk berkoordinasi satu sama lain selama interaksi interpersonal.

Tim juga percaya bahwa IMS seseorang dan bagaimana mereka berinteraksi dengan orang lain, dapat memberikan wawasan kondisi kesehatan mental mereka, sehingga dapat membuka jalan bagi prediksi, diagnosis atau pengobatan pribadi di masa depan.

Studi ini diterbitkan di antarmuka jurnal Royal Society, Rabu 23 Maret.

Profesor Krasimira Tsaneva-Atanasova, yang mengkhususkan diri di bidang Mathematics in Healthcare, University of Exeter mengatakan : “Meskipun gerakan manusia telah dipelajari dengan baik, apa yang jauh lebih baik dipahami adalah perbedaan yang kita tampilkan masing-masing ketika kita bergerak, apakah itu lebih cepat, atau lebih ringan, atau lebih halus misalnya.”

“Studi ini menunjukkan bahwa orang-orang yang bergerak dengan cara tertentu, juga akan bereaksi dengan cara yang sama ketika mereka melakukan tugas bersama. Pada dasarnya, gerakan kita memberikan wawasan kepada ciri-ciri kepribadian yang melekat,” lanjut Profesor Krasimira.

“Apa yang kami tunjukkan adalah orang-orang biasanya ingin bereaksi dan berinteraksi dengan orang-orang yang mirip dengan diri mereka sendiri. Selain itu, penelitian kami juga menunjukkan bahwa gerakan memberikan indikasi karakteristik perilaku seseorang. Sehingga hal ini dapat digunakan di masa depan untuk membantu mendiagnosa pasien dengan kondisi tertentu dengan mempelajari bagaimana mereka bergerak dan bereaksi terhadap orang lain,” kata Profesor Krasimira, seperti dilansir University of Exeter (23/03/2016).

Referensi Jurnal :

Piotr Słowiński, Chao Zhai, Francesco Alderisio, Robin Salesse, Mathieu Gueugnon, Ludovic Marin, Benoit G. Bardy, Mario di Bernardo, Krasimira Tsaneva-Atanasova. Dynamic similarity promotes interpersonal coordination in joint action. Journal of The Royal Society Interface, 2016; 13 (116): 20151093 DOI: 10.1098/rsif.2015.1093.