obesitas
Obesitas.

Bhataramedia.com – Metode kontrol berat badan baru saat ini sedang dikerjakan dan melibatkan memanipulasi produksi sel-sel lemak pada sumbernya. Laporan penelitian baru ini diterbitkan FASEB Journal edisi Maret 2016. Penelitian ini menunjukkan bahwa setidaknya beberapa sel lemak manusia sebenarnya dihasilkan dari sel-sel punca (stem cell) yang berasal dari sumsum tulang.

Akibatnya, para ilmuwan suatu hari berharap untuk dapat memanipulasi jenis atau jumlah sel-sel lemak yang diciptakan, sehingga pada akhirnya mengurangi risiko penyakit dipengaruhi oleh prevalensi lemak yang tidak sehat, seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, sleep apnea, asma, hipertensi pulmonal, penyakit kandung empedu, penyakit ginjal, beberapa jenis kanker, dan mungkin obesitas itu sendiri.

“Studi kami menduga bahwa tipe sel-sel penyimpan lemak yang diproduksi dalam tubuh kita, kemungkinan menentukan risiko penyakit, bukan jumlah lemak,” kata Dwight J. Klemm, Ph.D., seorang peneliti yang terlibat pada penelitian, dari University of Colorado Anschutz Medical Campus in Aurora, Colorado.

“Paradigma ini menyoroti kemungkinan strategi baru untuk mencegah dan memulihkan penyakit kronis yang berhubungan dengan lemak dengan mengendalikan produksi berbagai jenis sel-sel penyimpan lemak,” lanjut Dwight, seperti dilansir Federation of American Societies for Experimental Biology (01/03/2016).

Untuk membuat penemuan mereka, Klemm dan rekan-rekan merekrut subyek manusia yang menerima transplantasi sumsum tulang untuk alasan klinis dari donor manusia, berbulan-bulan sebelum studi. Sampel kecil dari jaringan lemak diambil dari bawah kulit di samping pusar. DNA dari sel-sel lemak dalam sampel jaringan dievaluasi untuk menentukan apakah itu berasal dari orang yang menyumbangkan sumsum tulang atau penerima transplantasi.

Mereka menemukan adanya DNA donor, yang menunjukkan bahwa beberapa sel-sel lemak telah berkembang dari sel-sel yang berasal dari sumsum tulang yang ditransplantasikan. Penelitian sebelumnya dengan tikus menunjukkan bahwa sel-sel penyimpan lemak yang dihasilkan dari sel-sel punca (stem cell) sumsum tulang, mungkin sangat berbahaya karena mereka menghasilkan zat yang mempromosikan peradangan dan menghambat kemampuan sel lain untuk merespon insulin.

“Penelitian ini dapat membantu mengungkap banyak misteri yang terkait dengan berat badan, penurunan berat badan, dan efek lemak yang berlebihan pada tubuh,” kata Thoru Pederson, Ph.D., Editor-in-Chief of The FASEB Journal. “Semakin banyak kita belajar tentang penemuan menarik ini, semakin dekat kita untuk menuju menghentikan efek berbahaya dari sel-sel lemak pada sumbernya.”

Referensi Jurnal :

K. M. Gavin, J. A. Gutman, W. M. Kohrt, Q. Wei, K. L. Shea, H. L. Miller, T. M. Sullivan, P. F. Erickson, K. M. Helm, A. S. Acosta, C. R. Childs, E. Musselwhite, M. Varella-Garcia, K. Kelly, S. M. Majka, D. J. Klemm. De novo generation of adipocytes from circulating progenitor cells in mouse and human adipose tissue. The FASEB Journal, 2015; 30 (3): 1096 DOI: 10.1096/fj.15-278994.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here