kulit, radikal bebas, antioksidan
Ini adalah konsekuensi dari paparan kulit terhadap penyebab stres.(Credit: Maya Ben-Yehuda Greenwald)

Bhataramedia.com – Para peneliti di Hebrew University of Jerusalem telah mengembangkan sistem pengiriman berbasis nanoteknologi yang berisi inducer pelindung jalur seluler yang mengaktifkan pertahanan alami tubuh terhadap radikal bebas secara efisien. Suatu pengembangan yang dapat mengontrol berbagai patologi dan gangguan kulit.

Kulit manusia terus terpapar berbagai polutan, seperti sinar UV, radiasi dan stres lainnya yang ada di lingkungan kita sehari-hari. Ketika polutan-polutan ini masuk ke dalam tubuh, mereka dapat menciptakan Reactive Oxygen Species (ROS) / spesies oksigen reaktif, molekul oksigen yang dikenal sebagai Radikal Bebas. Molekul ini dapat merusak dan menghancurkan sel-sel, termasuk lipid, protein dan DNA.

Di kulit, organ terbesar dari tubuh, kelebihan ROS dapat menyebabkan berbagai kondisi kulit, termasuk penyakit inflamasi, gangguan pigmentasi, keriput dan beberapa jenis kanker kulit, dan juga dapat mempengaruhi organ-organ internal. Kerusakan ini dikenal sebagai stres oksidatif.

Tubuh secara alami dilengkapi dengan mekanisme pertahanan untuk melawan stres oksidatif. Tubuh memiliki antioksidan dan, yang lebih penting, enzim antioksidan yang menyerang ROS sebelum menyebabkan kerusakan.

Pada suatu artikel yang diterbitkan di jurnal Cosmetics,, seorang mahasiswa Ph.D. dari The Hebrew University of Jerusalem, bekerja sama dengan para peneliti di Technion-Israel Institute of Technology, menggunakan cara yang inovatif untuk memperkuat tubuh agar memproduksi enzim antioksidan, sambil mempertahankan keseimbangan redoks sel kulit. Keseimbangan redoks ini adalah keseimbangan halus antara ROS dan detoksifikasinya.

“Pendekatan menggunakan sistem pertahanan tubuh sendiri sangat efektif. Kami menunjukkan bahwa aktivasi sistem pertahanan tubuh dengan bantuan sistem pengiriman yang unik merupakan hal yang layak, dan mungkin dapat meningkatkan pengobatan kulit,” kata peneliti Hebrew University, Maya Ben-Yehuda Greenwald .

Maya menunjukkan bahwa dengan menerapkan tetesan cairan mikroemulsi berukuran nano yang mengandung inducer pelindung jalur seluler ke dalam kulit, dapat mengaktifkan sistem pertahanan alami kulit.

“Saat ini, ada banyak studi ilmiah yang mendukung aktivasi mekanisme pertahanan tubuh. Namun, tidak satupun dari studi-studi tersebut telah menunjukkan penggunaan sistem pengiriman berbasis nanoteknologi untuk melakukannya,” kata Maya, seperti dilansir Hebrew University of Jerusalem (29/02/2016).

Produksi enzim antioksidan pada tubuh disinyalkan dalam DNA oleh aktivasi Nrf2, suatu protein kuat yang ada di setiap sel dalam tubuh kita. Jalur pensinyalan Nrf2 pelindung ini adalah persimpangan utama dari banyak jalur sinyal lain yang mempengaruhi satu sama lain, serta menentukan fungsi dan nasib sel. Nrf2 mampu mengkoordinasikan respon seluler terhadap stresor internal maupun eksternal dengan regulasi yang ketat dari enzim pelindung fase-II, seperti enzim antioksidan.

Maya juga menemukan keluarga senyawa baru yang mampu mengaktifkan jalur Nrf2. Selain itu, dengan memasukkannya ke dalam sistem pengiriman yang unik yang telah dia kembangkan, dia secara efisien berhasil merangsang aktivasi jalur Nrf2 dan meniru aktivitas cara alami tubuh untuk mengatasi berbagai kondisi stres.

“Rumus yang telah kita buat dapat digunakan dalam pengobatan topikal untuk mengobati kondisi kulit. Formula kami dapat digunakan baik sebagai sarana pencegahan dan untuk pengobatan berbagai kondisi kulit, seperti infeksi, paparan radiasi UV berlebih, kondisi peradangan, dan juga penyakit internal,” katanya.

Sementara para peneliti memfokuskan pada kulit, formulasi ini dapat terbukti efektif dalam meningkatkan perlindungan alami tubuh terhadap efek merusak dari ROS di bagian lain dari tubuh, seperti peradangan pada penyakit kardiovaskular, serangan jantung, kanker, multiple sclerosis dan Alzheimer.

Referensi Jurnal :

Maya Ben-Yehuda Greenwald, Shmuel Ben-Sasson, Havazelet Bianco-Peled, Ron Kohen. Skin Redox Balance Maintenance: The Need for an Nrf2-Activator Delivery System. Cosmetics, 2016; 3 (1): 1 DOI: 10.3390/cosmetics3010001.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here