ilmuwan, anti penuaan
Professor Mark Birch-Machin.(Credit: Image courtesy of Newcastle University)

Bhataramedia.com – Sebuah terobosan dalam memahami sel kulit manusia menawarkan jalur untuk perawatan anti penuaan baru.

Untuk pertama kalinya, para ilmuwan di Newcastle University, Inggris, telah mengidentifikasi bahwa aktivitas enzim metabolik kunci yang ditemukan di ‘baterai’ dari sel kulit manusia menurun seiring dengan usia.

Studi yang dipublikasikan secara online dalam Journal of Investigative Dermatology tersebut, telah menemukan bahwa aktivitas mitokondria kompleks II secara signifikan berkurang pada kulit yang lebih tua.

Penemuan ini membawa para ahli selangkah lebih dekat untuk mengembangkan perawatan anti-penuaan kuat dan produk kosmetik yang dapat disesuaikan untuk melawan penurunan tingkat aktivitas enzim.

Temuan ini juga dapat mengarah pada pemahaman yang lebih besar mengenai bagaimana organ lainnya di tubuh menua, sehingga dapat membuka jalan bagi perkembangan obat di sejumlah penyakit yang berkaitan dengan usia, termasuk kanker.

Mark Birch-Machin, Profesor Dermatologi Molekuler di Newcastle University, memimpin studi perintis ini dengan Dr. Amy Bowman dari kelompok penelitiannya.

Dilansir Newcastle University (26/02/2016), Profesor Birch-Machin mengatakan : “Seiring menuanya tubuh kita, kita melihat bahwa baterai dalam sel-sel kita semakin menurun, yang dikenal sebagai penurunan bioenergi, dan radikal bebas berbahaya meningkat.”

“Proses ini mudah dilihat di kulit kita sebagai peningkatan garis-garis halus, keriput dan munculnya kantong kulit.”

“Studi kami, untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa pada kulit manusia yang bertamba usia, terjadi penurunan tertentu pada aktivitas enzim metabolik kunci yang ditemukan di baterai dari sel-sel kulit.”

“Enzim ini adalah engsel antara dua cara penting untuk membuat energi dalam sel kita dan penurunan energi yang berkontribusi untuk penurunan bioenergi pada penuaan kulit.

“Penelitian kami dapat diartikan bahwa kami sekarang memiliki biomarker tertentu, atau target, untuk mengembangkan dan menskrining perawatan anti-penuaan dan krim kosmetik yang dapat melawan penurunan pada bioenergi.”

“Sekarang ada kemungkinan menemukan perawatan anti-penuaan yang dapat disesuaikan dengan perbedaan usia dan pigmen kulit, dan dengan kemungkinan tambahan untuk mengatasi proses penuaan di tempat lain di tubuh kita.”

Kegiatan kompleks II diukur pada 27 donor, dari usia enam sampai 72 tahun. Sampel diambil dari daerah kulit yang terlindungi dari sinar matahari untuk menentukan apakah ada perbedaan pada aktivitas seiring bertambahnya usia.

Teknik tertentu digunakan untuk mengukur aktivitas enzim kunci pada mitokondria yang terlibat dalam memproduksi energi sel kulit. Hal ini diterapkan untuk sel-sel yang berasal dari lapisan kulit atas (epidermis) dan bawah (dermis).

Telah fitemukan bahwa aktivitas kompleks II secara signifikan menurun seiring usia per unit mitokondria, di sel-sel yang berasal dari bawah daripada lapisan atas. Pengamatan ini tidak pernah dilaporkan sebelumnya untuk kulit manusia.

Para ilmuwan menemukan bahwa alasan untuk ini adalah jumlah protein enzim menurun dan selanjutnya penurunan ini hanya diamati pada sel-sel yang telah berhenti melakukan proliferasi (pembelahan).

Penelitian lebih diperlukan untuk sepenuhnya memahami konsekuensi fungsional pada kulit dan jaringan lain, dan membangun metode untuk menilai strategi anti-penuaan pada kulit manusia.

Dr. Bowman, Research Associate di Newcastle University Institute of Seluler Medicine, mengatakan : “Newcastle University adalah perintis penelitian penuaan, karena di sini kami telah lama berpikir bahwa mitokondria memainkan peran penting dalam proses penuaan, namun peran yang tepat tetap tidak jelas.”

“Pekerjaan kami membawa kita satu langkah lebih dekat untuk memahami bagaimana struktur sel penting tersebut kemungkinan berkontribusi terhadap penuaan manusia, dengan harapan pada akhirnya secara khusus menargetkan daerah mitokondria di dalam upaya untuk menangkal tanda-tanda penuaan.”

Suatu studi terbaru yang dilakukan pada tikus menunjukkan bahwa aktivitas kompleks II lebih rendah pada kulit tikus tua yang lebih tua dibandingkan dengan tikus muda.

Referensi Jurnal :

Amy Bowman, Mark A. Birch-Machin. Age-Dependent Decrease of Mitochondrial Complex II Activity in Human Skin Fibroblasts. Journal of Investigative Dermatology, 2016; DOI: 10.1016/j.jid.2016.01.017.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here