garam
Garam.

Bhataramedia.com – Penambahan garam dapat meningkatkan rasa di hampir setiap hidangan. Namun, telah diketahui bahwa terlalu banyak garam dapat menyebabkan tekanan darah tinggi, kondisi yang berpotensi berbahaya jika tidak ditangani.

Saat ini, para ilmuwan melaporkan studi baru pada hewan yang menemukan bahwa diet tinggi garam mungkin juga berkontribusi terhadap kerusakan hati pada orang dewasa dan embrio yang sedang berkembang. Penelitian ini muncul di ACS ‘Journal of Agricultural and Food Chemistry.

Dilansir American Chemical Society (24/02/2016), tubuh kita membutuhkan garam dalam jumlah yang kecil. Pemerintah AS merekomendasikan satu sendok teh per hari jika Anda seorang dewasa yang sehat. Di antara fungsi lainnya, ion sodium (natrium) dari garam mengatur pergerakan air dalam tubuh dan melakukan impuls saraf.

Namun, kebanyakan orang Amerika makan terlalu banyak garam. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa selain tekanan darah tinggi, konsumsi sodium (natrium) yang berlebihan dapat merusak hati. Xuesong Yang dan rekan-rekannya ingin menjelajahi efek potensial ini pada tingkat sel.

Para peneliti memberi tikus dewasa diet tinggi garam dan memapar embrio ayam pada lingkungan yang asin. Natrium yang berlebihan dikaitkan dengan sejumlah perubahan di hati hewan, termasuk sel-sel berbentuk aneh, peningkatan kematian sel dan penurunan proliferasi sel, yang dapat berkontribusi pada pengembangan fibrosis. Pada catatan yang positif, para peneliti menemukan bahwa mengobati sel-sel yang rusak dengan vitamin C tampaknya dapat melawan efek buruk dari kelebihan garam.

Referensi Jurnal :

Guang Wang, Cheung-kwan Yeung, Wing-Yan Wong, Nuan Zhang, Yi-fan Wei, Jing-li Zhang, Yu Yan, Ching-yee Wong, Jun-jie Tang, Manli Chuai, Kenneth Ka Ho Lee, Li-jing Wang, Xuesong Yang. Liver Fibrosis Can Be Induced by High Salt Intake through Excess Reactive Oxygen Species (ROS) Production. Journal of Agricultural and Food Chemistry, 2016; 64 (7): 1610 DOI: 10.1021/acs.jafc.5b05897.

loading...