ikan seafood
Ikan segar.

Bhataramedia.com – Studi baru mendukung teori bahwa efek merugikan dari paparan merkuri tingkat rendah dapat dilampaui efek menguntungkan dari konsumsi ikan.

Studi ini menemukan sedikit bukti dari bahaya pada bayi yang ibunya memiliki konsumsi ikan rendah dan paparan merkuri rendah. Bahkan, bayi dari ibu dengan eksposur merkuri yang lebih tinggi selama kehamilan dan yang mengonsumsi lebih banyak ikan memiliki perhatian yang lebih baik dan lebih sedikit membutuhkan penanganan khusus selama pemeriksaan bayi baru lahir. Hal ini kemungkinan disebabkan oleh efek gizi menguntungkan dari konsumsi ikan, menurut para peneliti.

“Kinerja neurobehavioral yang semakin baik diamati pada bayi dengan biomarker merkuri yang lebih tinggi tidak harus diartikan sebagai efek menguntungkan dari paparan merkuri, yang sudah jelas neurotoksik,” kata Kim Yolton, Ph.D., seorang peneliti di Cincinnati Children’s Hospital Medical Center dan penulis senior studi tersebut .

“Ini mungkin mencerminkan manfaat dari asupan asam lemak tak jenuh ganda yang juga berasal dari ikan dan telah terbukti menguntungkan tingkat perhatian, memori, dan daerah perkembangan lain pada anak-anak. Pada penelitian kami, paparan merkuri sangat rendah, terutama karena konsumsi ikan rendah merkuri, sehingga efek merugikan mungkin dapat dilampaui oleh efek menguntungkan nutrisi ikan,” lanjut Kim.

Penelitian ini dipublikasikan secara online di Neurotoxicology dan Teratology.

Para peneliti menilai neurobehavior dari 344 bayi berusia 5-minggu menggunakan skala neurobehavioral standar. Paparan merkuri gestational diukur dalam darah ibu dan darah tali pusat bayi. Para peneliti mengumpulkan informasi konsumsi ikan dari ibu dan memperkirakan asupan asam lemak tak jenuh ganda berdasarkan jenis dan jumlah ikan yang dikonsumsi.

Delapan puluh empat persen ibu melaporkan makan ikan selama kehamilan tetapi rata-rata hanya sekitar dua ons per minggu. Bayi-bayi dengan paparan merkuri sebelum kelahiran yang lebih tinggi menunjukkan refleks asimetris, atau tidak sama. Namun ketika konsumsi ikan diperhitungkan, bayi-bayi yang ibunya mengonsumsi lebih banyak ikan memiliki perhatian yang lebih baik dan lebih sedikit membutuhkan penanganan khusus.

Pada tahun 2014, FDA dan EPA memperbaharui saran mereka kepada konsumen untuk mendorong perempuan makan lebih banyak ikan (delapan sampai 12 ons per minggu) daripada yang sebelumnya telah direkomendasikan dan untuk memilih ikan dengan kadar merkuri terendah. Ikan tersebut termasuk salmon, udang, pollock, ikan tuna kalengan, nila, lele, dan cod. Mereka juga menyarankan menghindari ikan dengan kadar merkuri tertinggi, seperti tilefish, hiu, ikan todak, dan makarel.

“Hal penting bagi wanita untuk diingat adalah ikan menawarkan kualitas gizi yang sangat baik yang dapat menguntungkan bayi berkembang atau balita. Para ibu hanya perlu menjadi bijaksana tentang ikan yang mereka makan atau berikan kepada anak mereka,” kata Dr. Yolton, seperti dilansir Cincinnati Children’s Hospital Medical Center (23/02/2016).

Referensi Jurnal :

Yingying Xu, Jane C. Khoury, Heidi Sucharew, Kim Dietrich, Kimberly Yolton. Low-level gestational exposure to mercury and maternal fish consumption: Associations with neurobehavior in early infancy. Neurotoxicology and Teratology, 2016; DOI: 10.1016/j.ntt.2016.02.002.

loading...