Bhataramedia.com – Menurut studi terbaru, beberapa kebiasaan yang sehat dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

Para peneliti menganalisis data pada lebih dari 347.000 orang di Eropa yang diikuti selama 12 tahun. Selama waktu itu, hampir 3.760 kasus kanker usus besar didiagnosis di antara para peserta.

Para penulis penelitian tersebut meneliti bagaimana lima faktor gaya hidup mempengaruhi risiko kanker usus. Gaya hidup tersebut meliputi :

  1. Berat badan yang sehat.
  2. Jumlah lemak perut yang rendah.
  3. Aktivitas fisik secara teratur.
  4. Tidak merokok dan membatasi konsumsi alkohol.
  5. Diet yang seimbang.

Diet yang dimaksud adalah diet yang tinggi akan buah-buahan, sayuran, ikan, yoghurt, kacang-kacangan dan biji-bijian, makanan yang kaya serat, serta rendah daging merah dan olahan.

Menurut para peneliti, semakin banyak faktor-faktor tersebut dimiliki oleh seseorang, semakin rendah resiko mereka untuk terkena kanker usus besar. Dibandingkan dengan mereka yang tidak ada atau hanya memiliki salah satu faktor, orang-orang dengan dua faktor yang sehat  memiliki penurunan risiko terserang kanker usus besar sebesar 13 persen. Sementara itu, pada orang yang memiliki kelima faktor gaya hidup sehat memiliki penurunan risiko terserang kanker usus besar sebesar 37 persen.

Namun, menurut para peneliti, asosiasi tersebut lebih besar di antara pria dibandingkan wanita.

“Perkiraan berdasarkan studi populasi kami menunjukkan bahwa hingga 22 persen dari kasus pada pria dan 11 persen dari kasus pada perempuan dapat dicegah jika semua lima dari perilaku gaya hidup sehat telah diikuti. Hasil kami sangat menunjukkan potensi untuk pencegahan pada pria yang berada pada risiko kanker usus yang lebih tinggi dibandingkan wanita,” kata Krasimira Aleksandrova, dari Jerman Institute of Human Nutrition Potsdam-Rehbruecke.

“Temuan ini memberikan insentif tambahan kepada individu, profesional medis dan otoritas kesehatan masyarakat untuk berinvestasi ke dalam inisiatif gaya hidup sehat. Setiap orang dapat berkontribusi untuk menghindari kanker. Perubahan gaya hidup yang lebih sehat, lebih baik,” jelas Aleksandrova, seperti dilansir BioMed Central (10/10/2014).

Penelitian ini diterbitkan di jurnal BMC Medicine tanggal 10 Oktober.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here