astaxanthin, otak, hippocampus
Astaxanthin meningkatkan Adult Hippocampal Neurogenesis (AHN) pada tikus dewasa.(Credit: University of Tsukuba)

Bhataramedia.com – Di tengah semakin naiknya popularitas suplemen dari bahan alami untuk menjaga kesehatan tubuh, telah terjadi banyak perhatian terhadap pengembangan yang disebut “makanan otak”, yang berguna untuk meningkatkan fungsi otak. Salah satu yang paling penting adalah pigmen merah alami, astaxanthin (ASX). Pigmen ini banyak terkandung di dalan salmon, serta krustasea seperti udang dan kepiting.

Astaxanthin memiliki efek antioksidan kuat, dan menjanjikan sebagai suplemen alami generasi selanjutnya. Astaxanthin mampu menembus penghalang darah-otak, memasuki otak, dan bekerja langsung pada sel-sel saraf. ASX juga dikenal memiliki efek neuroprotektif pada model hewan dengan penyakit neurologis. Namun, ada banyak pertanyaan yang belum terjawab mengenai efek ASX pada fungsi hippocampus, terutama apakah astaxanthin dapat atau tidak dapat meningkatkan neuroplastisitas hippocampus.

Kelompok penelitian yang dipimpin oleh Profesor Hideaki Soya dan Profesor Randeep Rakwal dari Tsukuba Faculty of Health and Sport Sciences, telah menyelidiki pengaruh pada fungsi hippocampus dari pigmen alami ASX. Mereka meyakini pigmen ini memiliki aktivitas antioksidan paling kuat di antara karotenoid.

Dilansir University of Tsukuba (22/02/2016), hasil penelitian mereka menunjukkan untuk pertama kalinya bahwa pemberian ASX pada tikus selama empat minggu mempromosikan neurogenesis di hippocampus pada konsentrasi tertentu, serta meningkatkan pembelajaran dan kapasitas memori hippocampus.

Selanjutnya, ketika tim menyelidiki mekanisme molekuler dari aktivitas ASX pada hippocampus menggunakan teknologi DNA microarray dan analisis bioinformatika seperti IPA, mereka menemukan jalur molekul tertentu yang dapat berkontribusi untuk meningkatkan kapasitas memori.

Melalui percobaan tertarget di masa depan pada mekanisme molekuler di balik aksi ASX, yang ditujukan pada jaringan hipokampus dan sel-sel menggunakan metode penghapusan gen atau inhibitor spesifik, peneliti mungkin dapat memperjelas mekanisme secara lebih detail. Hal ini akan sangat membantu membantu menargetkan mekanisme dalam pengembangan makanan kesehatan dan obat-obatan baru.

Referensi Jurnal :

Jang Soo Yook, Masahiro Okamoto, Randeep Rakwal, Junko Shibato, Min Chul Lee, Takashi Matsui, Hyuk Ki Chang, Joon Yong Cho, Hideaki Soya. Astaxanthin Supplementation Enhances Adult Hippocampal Neurogenesis and Spatial Memory in Mice. Molecular Nutrition & Food Research, 2015; DOI: 10.1002/mnfr.201500634.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here