tulang tengkorak, imigran romawi
Tengkorak dari kerangka T15, seorang pria berusia 35-50 tahun yang dimakamkan di sebuah pemakaman di lingkungan modern Casal Bertone, Roma, Italia. Rasio isotop menunjukkan ia mungkin telah lahir di dekat Pegunungan Alpen.(Credit: Kristina Killgrove, CCAL)

Bhataramedia.com – Analisis isotop dari kerangka berusia 2000 tahun yang terkubur di Imperial Roma mengungkapkan beberapa adalah pendatang dari Alpen atau Afrika Utara. Hal ini berdasarkan penelitian yang diterbitkan tanggal 10 Februari 2016 di jurnal akses terbuka PLoS ONE oleh Kristina Killgrove dari University of West Florida, USA, dan Janet Montgomery dari Durham University, Inggris.

Penelitian sebelumnya telah difokuskan pada pola migrasi manusia secara keseluruhan pada Kekaisaran Romawi. Untuk memahami migrasi manusia pada tingkat yang lebih rinci, penulis studi ini meneliti 105 kerangka yang dimakamkan di dua kuburan Romawi selama 1 sampai 3 abad AD. Mereka menganalisis oksigen, strontium, dan rasio isotop karbon dalam gigi kerangka ‘untuk menentukan asal geografis dan diet.

Dilansir PLOS (10/02/2016), mereka menemukan hingga delapan individu yang kemungkinan imigran dari luar Roma, mungkin dari Afrika Utara dan Pegunungan Alpen. Individu-individu tersebut kebanyakan anak-anak dan laki-laki, dan penulis menduga pemakaman mereka di nekropolis mengindikasikan bahwa mereka mungkin adalah orang-orang miskin atau bahkan budak.

Mereka juga menemukan bahwa diet mereka mungkin berubah secara signifikan ketika mereka pindah ke Roma, mungkin beradaptasi dengan masakan lokal, yang sebagian besar terdiri dari gandum dan beberapa kacang-kacangan, daging dan ikan.

Para penulis mencatat bahwa analisis isotop dan DNA lebih lanjut diperlukan untuk menyediakan lebih banyak konteks untuk penemuan mereka. Meskipun demikian, mereka menyatakan bahwa penelitian mereka memberikan bukti fisik pertama dari imigran ke Roma selama periode ini.

Referensi Jurnal :

Kristina Killgrove, Janet Montgomery. All Roads Lead to Rome: Exploring Human Migration to the Eternal City through Biochemistry of Skeletons from Two Imperial-Era Cemeteries (1st-3rd c AD). PLOS ONE, 2016; 11 (2): e0147585 DOI: 10.1371/journal.pone.0147585.

loading...