pengobatan, laboratorium
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Kami sangat senang mengumumkan bahwa platform biosensing baru telah dibuat untuk penentuan haptoglobin dalam darah manusia.

Haptoglobin (Hp) adalah glikoprotein dan diproduksi sebagai komponen fase plasma akut dan disintesis di banyak jaringan yang berbeda. Glikoprotein memiliki banyak peran biokimia dan metabolik seperti respon pertahanan terhadap infeksi dan peradangan, bertindak sebagai antioksidan, antibakteri dan peran anti-inflamasi, serta sebagai inhibitor sintesis prostaglandin. Selain itu, dilaporkan bahwa tingkat Hp meningkat pada neuromyelitis optica. Karena pentingnya metabolisme Hp, analisis yang sensitif dan selektif sangat penting bagi peneliti.

Dilansir Bentham Science Publishers (08/02/2016), pada penelitian ini, alat biosensing berbasis Indium Tin Oxide (ITO) yang sangat sensitif dan sekali pakai telah dikembangkan. ITO memiliki kesesuaian untuk biosensor sekali pakai, rendah biaya dan dapat dilakukan secara berulang. Menggunakan ITO, biosensor baru berbasis anti-Hp diciptakan dengan batas deteksi yang sangat rendah.

Antibodi anti-Hp pertama kalinya digunakan pada penelitian ini untuk fabrikasi biosensor yang terintegrasi dengan substrat ITO. Biosensor baru ini menyediakan kinerja yang sangat analitis dengan rentang linear 0,2 fg / mL – 1fg / mL. Kramer-Kronig Transform dilakukan pada data impedansi eksperimental. Teknik impedansi frekuensi tunggal ini pertama kali digunakan untuk karakterisasi interaksi antara haptoglobin dan anti-haptoglobin.

Penelitian kami menunjukkan bahwa substrat ITO dapat digunakan dalam strategi biosensing lainnya, dengan reproduktifitas tinggi dan pengulangan. Selain itu, teknik impedansi frekuensi tunggal berhasil dilakukan dalam evaluasi asosiasi dan disosiasi hubungan pada interaksi bimolekular.

Referensi Jurnal :

Münteha Sonuç, Mustafa Sezgintürk. A Disposable, Highly Sensitive Biosensing System: Determination of Haptoglobin as a Significant Acute Phase Biomarker. Current Analytical Chemistry, 2015; 12 (1): 43 DOI: 10.2174/1573411011666150603201229.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here