air keran, air minum
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Jika kecenderungan ini terus berlanjut, kebutuhan air domestik dan industri akan menjadi lebih dari dua kali lipat pada tahun 2050, dan terus meningkat setelah itu. Hal ini menurut studi baru yang diterbitkan di jurnal Geoscientific Model Development. Studi ini memperkenalkan skenario pertama dari IIASA Water Futures and Solutions (WFAS) inisiatif, proyek penelitian interdisipliner yang berfokus pada tantangan air global dan solusinya, serta menjelaskan metodologi dan model yang digunakan.

“Kebiasaan penggunaan air kita saat ini meningkatkan risiko tidak dapat mempertahankan produksi pangan yang berkelanjutan dan pembangunan ekonomi untuk generasi masa depan,” kata peneliti IIASA, Yoshihide Wada, yang juga seorang peneliti di Universitas Utrecht, Belanda.

“Kita perlu komitmen sosial, keuangan, dan politik yang kuat untuk mengurangi penggunaan air di masa mendatang,” lanjut Wada.

Memperkirakan penggunaan air di menjadi hal menantang karena dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, perubahan iklim, pertanian, produksi energi, dan lokal, regional, serta kebijakan internasional.

WFaS inisiatif, diluncurkan pada tahun 2012, menggabungkan beberapa model dengan masukan dari pengelola air dan ahli lainnya pada isu-isu air lokal dan global. Ini adalah analisis multi-model pertama dari penggunaan air abad ke-21, dan dirancang untuk konsisten dengan proyeksi iklim yang diterbitkan pada laporan terbaru dari Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

“Kerangka multi-model kami juga menyediakan berbagai kemungkinan penggunaan air di masa mendatang. Hal ini dapat digunakan untuk mengembangkan berbagai jenis pilihan manajemen dan kebijakan yang diperlukan untuk memahami sejauh mana tantangan sumber air yang dihadapi di seluruh dunia,” kata Wada.

Studi baru memberikan gambaran tentang pendekatan yang berbeda dalam menilai kebutuhan air, dan ketidakpastian, kekuatan, dan kelemahan dari berbagai metode estimasi. Studi ini mengkaji model yang sedang digunakan untuk memahami penggunaan air di semua sektor, dan menjelaskan metodologi dan model yang digunakan dalam WFAS inisiatif.

“Jika kita berinvestasi lebih untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan penghematan air, kita secara substansial dapat mengurangi dan berpotensi menstabilkan penggunaan air di masa depan pada tahun 2050,” kata Wada, seperti dilansir International Institute for Applied Systems Analysis (25/01/2016).

Referensi Jurnal :

Wada, Y., Flörke, M., Hanasaki, N., Eisner, S., Fischer, G., Tramberend, S., Satoh, Y., van Vliet, M. T. H., Yillia, P., Ringler, C., Burek, P., and Wiberg, D. Modeling global water use for the 21st century: the Water Futures and Solutions (WFaS) initiative and its approaches. Geosci. Model Dev, 2016 DOI: 10.5194/gmd-9-175-2016.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here