vitamin B12
Ilustrasi, vitamin B12.

Bhataramedia.com – Studi baru yang diterbitkan di jurnal online, Public Library of Science One (PLOS One) menemukan bahwa tingkat Vitamin B12 di otak secara signifikan menurun pada orang tua dan jauh lebih rendah pada individu dengan autisme atau skizofrenia, dibandingkan dengan rekan-rekan mereka dengan usia sama. Misalnya, anak autis di bawah usia 10 tahun ditemukan memiliki tingkat vitamin B12 tiga kali lebih rendah di otak, mirip dengan tingkat untuk orang dewasa yang umumnya sehat pada usia 50 tahunan, dimana hal ini menunjukkan penuaan dini.

Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Richard Deth, Ph.D., profesor farmakologi di Nova Southeastern University (NSU) College of Pharmacy, telah menganalisis jaringan dari donor sehat yang telah meninggal bersama dengan jaringan dari donor yang memiliki autisme atau schizophrenia untuk membuat perbandingan.

“Ini adalah temuan yang sangat penting karena perbedaan yang kami temukan pada vitamin B12 di otak dengan penuaan, autisme dan skizofrenia tidak terlihat dalam darah, yang mana tingkat vitamin B12 biasanya diukur.” kata Dr. Deth.

“Defisit besar vitamin B12 di otak dari individu dengan autisme dan skizofrenia dapat membantu menjelaskan mengapa pasien yang menderita gangguan ini mengalami gejala neurologis dan neuropsikiatri,” lanjut Dr. Deth,seperti dilansir Nova Southeastern University (22/01/2016).

Studi ini juga menemukan orang tua yang sehat pada kisaran usia 61-80 tahun, memiliki tingkat sekitar tiga kali lebih rendah dari jumlah B12 di otak dari kelompok usia yang lebih muda, yang merupakan hasil dari penuaan normal. Penurunan yang normal ini dapat membantu menyesuaikan metabolisme otak untuk mempertahankan fungsinya pada seluruh jangka kehidupan.

Bentuk aktif vitamin B12 yang disebut metilkobalamin, atau metil B12, mendukung perkembangan otak normal dengan kontrol melalui proses yang dikenal sebagai regulasi epigenetik ekspresi gen. Hebatnya, tingkat metil B12 otak ditemukan 10 kali lebih rendah pada orang tua yang sehat dibandingkan orang lebih muda yang sehat. Metil B12 di otak lebih rendah dari tingkat normal dapat mempengaruhi perkembangan saraf di tahun lebih muda dan dapat mengganggu pembelajaran dan memori di kemudian hari.

Baik autisme dan skizofrenia berhubungan dengan stres oksidatif, yang juga memainkan peran penting dalam penuaan, dan stres oksidatif mungkin mendasari tingkat pnurunan B12 otak yang diamati pada penelitian ini. Temuan menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut untuk menentukan apakah penggunaan suplemen metil B12 dan antioksidan seperti glutathione dapat membantu mencegah stres oksidatif dan berguna untuk mengobati kondisi ini.

Tim peneliti terdiri dari Dr. Deth; Yiting Zhang (Northeastern University); Nathaniel Hodgson (Harvard University); Malav S. Trivedi (Nova Southeastern University); Hamid Abdolmaleky (Boston University); dan Margot Fournier, Michel Cuenod dan Kim Quang Do (Lausanne University, Swiss).

Referensi Jurnal :

Yiting Zhang, Nathaniel W. Hodgson, Malav S. Trivedi, Hamid M. Abdolmaleky, Margot Fournier, Michel Cuenod, Kim Quang Do, Richard C. Deth. Decreased Brain Levels of Vitamin B12 in Aging, Autism and Schizophrenia. PLOS ONE, 2016; 11 (1): e0146797 DOI: 10.1371/journal.pone.0146797.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here