menstruasi, nyeri haid
Ilustrasi.

Bhataramedia.com –┬áSuatu tinjauan literatur medis menunjukkan usia yang lebih tua saat menopause dikaitkan dengan rendahnya risiko depresi bagi perempuan di kemudian hari. Eleni Th Petridou, MD, MPH, Ph.D., dari National and Kapodistrian University of Athen, Yunani, rekan-rekannya, menggunakan 14 studi dalam meta analisis yang mewakili hampir 68.000 wanita.

Hasil studi menyarankan menopause pada usia 40 atau lebih tua dibandingkan dengan menopause dini dikaitkan dengan penurunan risiko untuk depresi (empat penelitian; 3033 peserta yang unik). Usia yang lebih tua saat menopause dan periode reproduksi lebih lama, berarti paparan yang lebih lama terhadap estrogen endogenous.

“Hasil meta analisis ini menunjukkan efek pelindung potensial dari meningkatkan durasi paparan estrogen endogenous yang dinilai oleh usia menopause serta dengan durasi masa reproduksi. Jika dikonfirmasi dalam studi yang beragam, mengendalikan pembaur potensial dan menilai depresi melalui evaluasi psikiatri, temuan ini dapat memiliki efek klinis yang signifikan dengan memungkinkan untuk identifikasi sekelompok perempuan pada risiko tinggi untuk depresi yang dapat mengambil manfaat dari pemantauan jiwa atau terapi berbasis estrogen, “para penulis menyimpulkan, seperti dilansir AMA Network Journals (06/01/2016).

Referensi Jurnal :

Eleni Th Petridou, MD, MPH, PhD et al. Association of Age at Menopause and Duration of Reproductive Period With Depression After Menopause: A Systematic Review and Meta-analysis. JAMA Psychiatry, January 2016 DOI: 10.1001/jamapsychiatry.2015.2653.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here