RNA, mikroskop
Ben Montpetit dan Azra Lari mengamati bagaimana RNA melakukan perjalanan dari inti sel. Inovasi dari UAlberta ini menyoroti bagaimana informasi genetik melakukan perjalanan dari inti sel.(Credit: Faculty of Medicine & Dentistry, University of Alberta)

Bhataramedia.com – Penemuan yang dipimpin oleh Fakultas Kedokteran & Gigi University of Alberta membuka jendela pada biologi sel jarang terlihat sebelumnya. Penelitian yang ditampilkan di Journal of Cell Biology tersebut telah mengungkapkan secara real-time bagaimana perjalanan informasi genetik dalam sel hidup.

Para peneliti menggunakan mikroskop bertenaga tinggi yang dirancang khusus. Hasil ini secara signifikan mengubah pemahaman saat ini tentang bagaimana RNA diangkut dari inti sel, temuan yang peneliti percaya akan menyebabkan kemajuan medis.

“Anda perlu memahami sistem sehingga ketika itu rusak, Anda tahu bagaimana memperbaikinya,” kata Ben Montpetit, penulis senior studi dan asisten profesor di Departemen Biologi Sel di U A.

“Saya sering menggunakan analogi montir. Jika mobil Anda mogok, Anda membawanya ke montir karena mereka memahami bagaimana mobil bekerja, di mana untuk melihat dan bagaimana untuk mendiagnosis masalah.”

“Kami benar-benar perlu memahami sistem, dan teknologi ini memungkinkan kita untuk melakukan itu sekarang,” tambah Azra Lari, penulis utama studi tersebut dan kandidat Ph.D di Departemen Biologi Sel.

Sampai saat ini, para ilmuwan mengamati bagaimana perjalanan RNA dari inti sel dengan mengandalkan gambar diam, hanya memberi mereka snapshot statis tentang apa yang terjadi. Teknologi baru yang dikembangkan untuk penelitian ini memungkinkan tim peneliti untuk mengamati partikel dalam ukuran nanometer (sepermilyar meter) pada waktu milidetik dalam sel ragi yang hidup. Dengan merekam peristiwa ini, mereka mengamati rute dan waktu yang dibutuhkan RNA yang akan diangkut dari inti sel ke sitoplasma, di mana RNA kemudian digunakan untuk mengkodekan protein. Mereka juga mengamati bagaimana proses ini berubah setelah memperkenalkan mutasi ke dalam sistem.

“Dengan teknologi lama, kita dapat mengatakan ada cacat tetapi tidak dapat mengatakan di mana hal itu terjadi. Sekarang kita dapat melihat kesalahan yang terjadi secara real time,” kata Montpetit. “Melalui teknik pencitraan baru ini kita melihat cacat yang tidak kita harapkan. Hal ini menyoroti bahwa teknologi baru ini akan sangat berguna.”

“Penemuan penelitian benar-benar kekuatan pendorong yang mengarah ke inovasi baru. Inovasi ini memberi bahaan bakar bagi penemuan baru dan merupakan jenis penelitian yang memecahkan masalah besar,” ujar Montpetit, seperti dilansir University of Alberta Faculty of Medicine & Dentistry (23/12/2015).

Tim peneliti akan meneruskan pekerjaan mereka pada dua aspek,  terus melakukan upaya untuk mempelajari mutasi dan faktor-faktor lain yang mempengaruhi transportasi RNA. Selain itu, juga semakin menyempurnakan teknologi pencitraan yang membuat terobosan penelitian mereka menjadi mungkin. Mereka percaya teknologi inovatif ini akan segera membantu para ilmuwan memperoleh pemahaman mengenai sel yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Referensi Jurnal :

Carlas Smith, Azra Lari, Carina Patrizia Derrer, Anette Ouwehand, Ammeret Rossouw, Maximiliaan Huisman, Thomas Dange, Mark Hopman, Aviva Joseph, Daniel Zenklusen, Karsten Weis, David Grunwald, and Ben Montpetit. In vivo single-particle imaging of nuclear mRNA export in budding yeast demonstrates an essential role for Mex67p. J Cell Biol, 2015 211:1121-1130 DOI: 10.1083/jcb.201503135.