primata, hutan tropis
Kepunahan hewan besar di hutan tropis dapat memperburuk perubahan iklim. Penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Science mengungkapkan bahwa penurunan pada hewan pemakan buah seperti primata besar, tapir dan burung tukan dapat memiliki efek merugikan untuk spesies pohon.(Credit: Pedro Jordano)

Bhataramedia.com – Menurut para peneliti di University of East Anglia, kepunahan hewan besar pada hutan tropis dapat membuat perubahan iklim menjadi lebih buruk.

Penelitian baru yang diterbitkan di jurnal Science Advances tersebut, mengungkapkan bahwa penurunan populasi pada hewan pemakan buah seperti primata besar, tapir dan burung tukan dapat memiliki efek merugikan pada spesies pohon.

Hal ini karena hewan besar yang menyebarkan benih tanaman, sering dikaitkan dengan pohon-pohon besar dan kepadatan kayu yang tinggi. Pohon-pohon besar lebih efektif menangkap dan menyimpan karbon dioksida dari atmosfer daripada pohon yang lebih kecil.

Penyebaran benih oleh vertebrata berbadan besar adalah melalui konsumsi biji yang masih utuh ketika melewati saluran pencernaan.

Menghilangnya hewan besar dari ekosistem, dapat mengganggu keseimbangan alami dan menyebabkan hilangnya pohon-pohon besar, yang berarti bahwa lebih sedikit CO2 yang dapat ditangkap.

Penelitian ini dipimpin oleh para peneliti dari São Paulo State University di Brazil, bekerja sama dengan UEA, Spanish National Research Council (CSIC) dan University of Helsinki, Finlandia.

Prof Carlos Peres, dari UEA School of Environmental Sciences, mengatakan : “burung besar dan mamalia menyediakan hampir semua layanan penyebaran benih untuk tanaman berbiji besar. Beberapa vertebrata besar terancam oleh perburuan, perdagangan ilegal dan hilangnya habitat. Penurunan curam dari megafauna di ekosistem hutan tropis dapat membawa dampak besar yang tak terduga.”

“Kami menunjukkan bahwa penurunan dan kepunahan hewan besar dari waktu ke waktu akan menyebabkan penurunan pohon kayu besar. Hal ini pada gilirannya secara negatif mempengaruhi kapasitas hutan tropis menyimpan karbon dan potensinya untuk melawan perubahan iklim.”

Tim peneliti mempelajari data pada lebih dari 2.000 jenis pohon di Hutan Atlantik Brasil dan lebih dari 800 spesies hewan.

Mereka menemukan bahwa pemakan buah yang tidak ditarget oleh pemburu, seperti burung kecil, kelelawar dan marsupial, hanya mampu menyebarkan biji kecil yang berhubungan dengan pohon-pohon kecil.

Sementara itu, pohon besar yang dapat menangkap dan menyimpan sejumlah besar karbon, berhubungan dengan biji yang lebih besar dan ini hanya disebarkan oleh hewan besar.

Prof. Mauro Galetti dari São Paulo State University mengatakan : “Pemakan buah besar, seperti primata besar, tapir, burung tukan, merupakan satu-satunya yang mampu secara efektif menyebarkan tanaman yang memiliki biji yang besar. Biasanya, pohon-pohon yang memiliki biji yang besar juga merupakan pohon-pohon besar dengan kayu padat yang menyimpan lebih banyak karbon.

Carolina Bello, seorang mahasiswa Ph.D.dari São Paulo State University, menambahkan : “Ketika kita kehilangan pemakan buah besar kita kehilangan penyebaran dan fungsi perekrutan pohon berbiji besar, sehingga komposisi hutan tropis akan berubah. Hasilnya adalah hutan yang didominasi oleh pohon lebih kecil, yang menyimpan lebih sedikit karbon.”

Pedro Jordano, dari Spanish National Research Council (CSIC) mengatakan : “Bukan hanya kita sedang menghadapi hilangnya hewan karismatik, tetapi kita juga menghadapi hilangnya interaksi yang mempertahankan fungsi dan jasa ekosistem kunci seperti penyimpanan karbon.”

Dilansir University of East Anglia (18/12/2015), Prof. Peres menambahkan : “Kebijakan antar pemerintah untuk mengurangi emisi karbon dari negara-negara tropis terutama telah difokuskan pada deforestasi, dan pada tingkat yang lebih rendah dari degradasi hutan akibat ekstraksi kayu dan kebakaran hutan. Namun, penelitian kami menunjukkan bahwa penurunan populasi vertebrata besar dan hilangnya interaksi ekologi kunci juga menimbulkan risiko serius bagi pemeliharaan penyimpanan karbon hutan tropis.”

“Kami berharap bahwa temuan kami akan mendorong program PBB tentang Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi Hutan, untuk mempertimbangkan fauna hutan dan fungsionalitas penuh fauna-fauna tersebut sebagai prasyarat penting untuk menjaga stok karbon hutan.”

Carolina Bello mengatakan : “Efektivitas program ini akan ditingkatkan jika pelestarian proses ekologi yang menopang layanan ekosistem penyimpanan karbon dari waktu ke waktu dijamin.”

Penelitian ini diterbitkan di jurnal Science tanggal 18 Desember 2015.

Referensi Jurnal :

Bello C., Galetti M., Pizo M.A., Magnago L.F.S., Ferreira Rocha M., Lima R.A.F., Peres C.A., Ovaskainen O., and Jordano P. Defaunation affects carbon storage in tropical forests. Science Advances, 2015.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here