alga, fitoplankton
Fitoplankton.(Credit: NOAA MESA Project, via Wikimedia Commons).

Bhataramedia.com – Berkurangnya kadar oksigen yang disebabkan oleh pemanasan global bisadapat menjadi ancaman yang lebih besar bagi kelangsungan kehidupan di Bumi dibandingkan banjir, menurut para peneliti dari University of Leicester.

Studi yang dipimpin oleh Sergei Petrovskii, Profesor Matematika Terapan dari Universitas Leicester Departemen Matematika, telah menunjukkan bahwa peningkatan suhu air dari lautan di dunia sekitar enam derajat Celsius, yang beberapa ilmuwan prediksi dapat terjadi pada tahun 2100, dapat menghentikan produksi oksigen oleh fitoplankton dengan mengganggu proses fotosintesis.

Profesor Petrovskii menjelaskan : “Pemanasan global telah menjadi fokus perhatian ilmu pengetahuan dan politik selama sekitar dua dekade. Banyak telah dikatakan tentang konsekuensi bencana dapat terjadi, mungkin yang paling terkenal adalah banjir global yang mungkin timbul dari mencairnya es Antartika, jika pemanasan melebihi beberapa derajat dibandingkan dengan tingkat pra-industri. Namun, sekarang tampak bahwa ini mungkin bukan merupakan bahaya terbesar yang dapat disebabkan pemansan global untuk kemanusiaan.

“Sekitar dua pertiga dari jumlah oksigen di atmosfer planet bumi diproduksi oleh fitoplankton laut. Oleh karena itu penghentian hal ini akan mengakibatkan penipisan oksigen atmosfer pada skala global yang kemungkinan akan mengakibatkan kematian massal hewan dan manusia,” kata Prof. Petrovskii, seperti dilansir University of Leicester (01/12/2015).

Tim peneliti mengembangkan model baru produksi oksigen di lautan yang memperhitungkan interaksi dasar pada komunitas plankton, seperti produksi oksigen dalam fotosintesis, konsumsi oksigen karena respirasi plankton dan zooplankton yang memakan fitoplankton.

Sementara penelitian utama sering berfokus pada siklus CO2, karena karbon dioksida adalah agen utama yang bertanggung jawab untuk pemanasan global, hanya sedikit peneliti yang telah meneliti efek dari pemanasan global pada produksi oksigen.

Konferensi Perubahan Iklim PBB 2015 akan diselenggarakan di Le Bourget, Paris, dari tanggal 30 November sampai 11 Desember. Tujuan konferensi ini adalah untuk mencapai kesepakatan yang mengikat secara hukum dan universal terhadap iklim, dari semua bangsa di dunia.

Referensi Jurnal :

Yadigar Sekerci, Sergei Petrovskii. Mathematical Modelling of Plankton–Oxygen Dynamics Under the Climate Change. Bulletin of Mathematical Biology, 2015; DOI: 10.1007/s11538-015-0126-0.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here