kokain, otak
Ilustrasi berdasarkan karakterisasi jaringan otak yang mendasari hiperaktif neuron yang memproduksi dopamin dan efek perilaku kokain. (Credit: François Georges, Ph.D., Bordeaux University)

Bhataramedia.com – Ledakan energi dan hiperaktivitas akibat kokain adalah refleksi apa yang terjadi pada otak penggunanya. Temuan ini berasal dari penelitian yang diterbitkan 25 November di Cell Reports. Melalui percobaan yang dilakukan pada tikus yang dipapar kokain, para peneliti memetakan jaringan sirkuit yang menyebabkan “tembakan liar” dari neuron yang memproduksi dopamin, suatu neurotransmitter yang mengatur gerakan dan emosi. Temuan ini juga membantu menjelaskan bagaimana penggunaan kokain akhirnya mengarah ke desensitisasi.

Para peneliti menggunakan molekul pelacak untuk mengikuti aktivitas listrik di otak pada tikus. Mereka menemukan bahwa neuron di perpanjangan amigdala ( pusat motivasi / pembelajaran di otak) bertindak sebagai relay antara aktivasi ventral subiculum (pusat kecanduan otak) dan pelepasan hiperaktif dari dopamin.

Seiring waktu, peningkatan aktivasi bagian penting dari amigdala. Oleh karena perubahan ini terjadi dalam amigdala, mungkin menjelaskan beberapa efek jangka panjang pada perilaku dan motivasi yang terjadi setelah penggunaan kokain yang berkepanjangan.

“Mengurai sirkuit neuronal dan karakterisasi mekanisme sinaptik dimana ventral subiculum mengubah rangsangan neuron dopamin, merupakan langkah pertama yang diperlukan dalam memahami perubahan perilaku yang disebabkan oleh kokain,” kata penulis senior, François Georges dari Bordeaux University di Perancis. “Kami menunjukkan bahwa ventral subiculum merekrut inti stria terminalis untuk mendorong hiperaktif yang persisten dari neuron dopamin dan mengontrol aktivitas yang diinduksi kokain,” lanjut François, seperti dilansir Cell Press (25/11/2015).

Anehnya, stimulasi tunggal dari ventral subiculum (yang berlangsung sekitar 10 menit pada tikus yang dibius), memiliki dampak yang sama pada otak dan neuron dopamin pada saat injeksi besar kokain. Efek ini berlangsung hingga lima hari dan meningkatkan kemungkinan bahwa neuron yang memproduksi dopamin dapat diubah sehingga mereka merespon secara berbeda terhadap rangsangan.

Selain memberikan wawasan pada sirkuit yang terlibat pada kecanduan narkoba, temuan ini mungkin dapat membantu untuk memahami dan bahkan mengubah persepsi; misalnya, yang berkaitan dengan makanan atau olahraga, yang direncanakan penulis untuk diteliti berikutnya.

Referensi Jurnal :

Christelle Glangetas, Giulia R. Fois, Marion Jalabert, Salvatore Lecca, Kristina Valentinova, Frank J. Meye, Marco Diana, Philippe Faure, Manuel Mameli, Stéphanie Caille, François Georges. Ventral Subiculum Stimulation Promotes Persistent Hyperactivity of Dopamine Neurons and Facilitates Behavioral Effects of Cocaine. Cell Reports, 2015; DOI: 10.1016/j.celrep.2015.10.076.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here