Tolypothrix , Sianobakteri
Tolypothrix (Sianobakteri).(Credit: Matthewjparker, via wikimedia commons)

Bhataramedia.com – Pada saat pemimpin dunia mempersiapkan diri untuk berkumpul di Perancis pada Konferensi PBB tentang Perubahan Iklim tahun 2015 minggu depan, pemanasan global merupakan topik yang panas.

Untuk membatasi perubahan iklim, para ahli mengatakan bahwa kita perlu untuk mencapai netralitas karbon paling lambat pada akhir abad ini. Untuk mencapai tujuan itu, ketergantungan kita pada bahan bakar fosil harus diubah. Namun sumber energi apa yang akan menggantikannya? Para peneliti dari Concordia University di Montreal kemungkinan telah memiliki jawabannya, yaitu alga atau ganggang.

Pada penelitian yang diterbitkan di jurnal Technology, tim yang dipimpin oleh profesor teknik Concordia, Muthukumaran Packirisamy, menggambarkan penemuan mereka: suatu sel tenaga yang memanfaatkan energi listrik dari fotosintesis dan respirasi ganggang biru-hijau.

Mengapa tanaman? Karena ada energi di dalamnya

“Fotosintesis dan respirasi, yang berlangsung di sel tanaman, melibatkan rantai transfer elektron. Dengan menjebak elektron yang dilepaskan oleh ganggang biru-hijau selama fotosintesis dan respirasi, kita dapat memanfaatkan energi listrik yang dihasilkan secara alami,” kata Packirisamy, seperti dilansir Concordia University (24/11/2015).

Mengapa ganggang biru-hijau? Karena organisme ini ada di mana-mana

Juga dikenal sebagai sianobakteri, ganggang biru-hijau adalah mikroorganisme yang paling subur di bumi, jika berbicara mengenai evolusi. Mereka menempati berbagai habitat di semua lintang dan mereka sudah di sini selamanya: flora dan fauna awal planet bumi berutang pada cyanobacteria, yang menghasilkan oksigen yang pada akhirnya memungkinkan bentuk kehidupan yang lebih tinggi untuk berkembang.

“Dengan mengambil keuntungan dari proses yang terus terjadi di seluruh dunia, kami telah membuat sebuah teknologi baru yang dapat menyebabkan cara yang lebih murah untuk menghasilkan energi bebas karbon,” kata Packirisamy.

Dia mencatat bahwa penemuan ini masih dalam tahap awal. “Kami memiliki banyak pekerjaan yang harus dilakukan dalam meningkatkan daya untuk membuat proyek skala komersial.”

Saat ini, sel fotosintesis ada pada skala kecil, dan terdiri dari membran pertukaran anoda, katoda dan proton. Sianobakteri atau ganggang hijau-biru ditempatkan di dalam ruang anoda.

Saat menjalani fotosintesis, sianobakteri melepaskan elektron ke permukaan elektroda. Muatan eksternal terhubung ke perangkat untuk mengekstrak elektron dan memanfaatkan daya.

Seiring Packirisamy dan timnya mengembangkan dan memperluas proyek, diia berharap bahwa sel-sel daya fotosintesis mikro akan segera digunakan dalam berbagai aplikasi, seperti pada ponsel dan komputer. Suatu hari kemungkinan teknologi ini akan memberikan daya pada dunia.

Referensi Jurnal :

Alga bisa menjadi sumber daya hijau baruMehdi Shahparnia, Muthukumaran Packirisamy, Philippe Juneau, Valter Zazubovich. Micro photosynthetic power cell for power generation from photosynthesis of algae. TECHNOLOGY, 2015; 03 (02n03): 119 DOI: 10.1142/S2339547815400099.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here