dr.paul evans, mikroorganisme, metabolsme metana
Dr. Paul Evans dari UQ’s Australian Centre for Ecogenomics sedangmenganalisis sebuah komunitas mikroba dari dalam lapisan batubara akuifer.(Credit: University of QueenslandClose)

Bhataramedia.com – Buku teks mengenai organisme yang memetabolisme metana kemungkinan harus ditulis ulang, setelah peneliti pada proyek internasional yang dipimpin oleh University of Queensland mengumumkan penemuan dua organisme baru.

Wakil Kepala UQ’s Australian Centre for Ecogenomics di the School of Chemistry and Molecular Biosciences, Associate Professor Gene Tyson, mengatakan bahwa organisme baru ini memainkan peran yang tidak diketahui  pada emisi dan konsumsi gas rumah kaca.

“Kami mengambil mikroorganisme di dalam air dari dalam lapisan batubara akuifer 600 di bawah permukaan bumi di Surat Basin, dekat Roma, Queensland, dan rekonstruksi genom dari organisme tersebut menujukkan bahwa organisme ini mampu melakukan metabolisme metana,” kata Associate Professor Tyson.

“Biasanya, jenis organisme pemetabolisme metana terjadi dalam kelompok kluster tunggal mikroorganisme yang disebut euryarchaeota.”

“Hal ini membuat kita bertanya-tanya berapa banyak jenis lain dari organisme pemetabolisme di luar sana?”

Namun, kelompok Dr. Tyson menemukan organisme pemetabolisme metana tersebut termasuk dalam kelompok mikroorganisme, yang disebut Bathyarchaeota, yang merupakan kelompok evolusi beragam mikroorganisme yang ditemukan di berbagai lingkungan, termasuk laut dalam dan sedimen air tawar.

“Sebagai analogi, temuan ini seperti mengetahui tentang beruang hitam dan coklat, dan kemudian datang panda raksasa,” kata Dr. Tyson.

“Mereka memiliki beberapa karakteristik dasar yang sama, tetapi memiliki beberapa cara yang secara fundamental berbeda.”

Dilansir University of Queensland (23/10/2015), Dr. Tyson mengatakan: “Hal ini membuat kita bertanya-tanya, berapa banyak jenis lain dari mikroorganisme yang melakukan metabolisme metana luar sana. Pengetahuan mengenai hal ini masih belum diketahui.”

“Arti penting dari penelitian ini adalah bahwa hal itu memperluas pengetahuan kita mengenai keanekaragaman kehidupan di Bumi dan menunjukkan kita masih belum mengetahui sepenuhnya organisme lain yang terlibat dalam siklus karbon dan produksi metana.”

Penemuan mikroorganisme baru ini dibuat menggunakan teknik yang mensekuensing DNA pada skala besar dan merakit urutan ini ke dalam genom menggunakan alat komputasi canggih, banyak di antaranya dikembangkan di Australian Centre for Ecogenomics selama 24 bulan terakhir.

Referensi Jurnal :

Paul N. Evans, Donovan H. Parks, Grayson L. Chadwick, Steven J. Robbins, Victoria J. Orphan, Suzanne D. Golding, Gene W. Tyson. Methane metabolism in the archaeal phylum Bathyarchaeota revealed by genome-centric metagenomics. Science, 2015 DOI: 10.1126/science.aac7745.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here