kolesterol, kuning telur
Ilustrasi.

Bhataramedia.com – Tingginya kadar kolesterol total, terkait dengan risiko tinggi kelainan tendon dan nyeri. Hal ini digungkapkan melalui analisis dari bukti yang tersedia dan dipublikasikan secara online di British Journal of Sports Medicine.

Temuan ini menunjukkan bahwa peradangan kronis tingkat rendah, yang dipicu oleh pembentukan kolesterol dalam sel sistem kekebalan tubuh, kemungkinan memiliki peran penting.

Tendon adalah serat kuat yang menghubungkan otot dan tulang di dalam tubuh. Stres mekanik sebagai akibat dari obesitas atau kelebihan distribusi lemak tubuh, dan olahraga atau bekerja berlebihan, dianggap salah satu penyebab utama dari cedera tendon (tendinopathy). Tetapi faktor-faktor ini tidak menjelaskan proporsi yang signifikan dari kasus, kata para peneliti.

Orang yang secara genetik memiliki kadar kolesterol yang sangat tinggi (hiperkolesterolemia familial) tampaknya berisiko lebih besar terhadap nyeri tendon. Namun, masih tidak jelas apakah mereka dengan kolesterol yang lebih rendah, tetapi masih pada tingkat yang tinggi, juga rentan terhadap cedera tendon.

Oleh karena itu penulis mengumpulkan enam database penelitian medis, mencari studi-studi yang menyelidiki hubungan antara lemak darah dan kelainan / nyeri tendon.

Mereka menemukan 1.607 artikel yang relevan, 17 di antaranya melibatkan 2.612 peserta dan diterbitkan antara tahun 1973 dan 2014, yang sangat cocok untuk dimasukkan ke dalam analisis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dibandingkan dengan orang-orang memiliki struktur tendon normal, orang-orang dengan struktur tendon abnormal memiliki profil lemak darah (lipid) yang secara signifikan tidak menguntungkan.

Mereka memiliki total kolesterol yang secara signifikan lebih tinggi, termasuk low density lipoprotein (kolesterol buruk) yang lebih tinggi dan high density lipoprotein (kolesterol baik) yang lebih rendah, serta trigliserida yang tinggi.

Selanjutnya, orang dengan profil lipid yang tidak menguntungkan lebih mungkin untuk memiliki cedera tendon dan tingkat yang lebih tinggi dari rasa sakit yang terkait dengan masalah muskuloskeletal di lengan mereka.

Dua dari tiga studi, yang mengamati pada ketebalan tendon Achilles, menemukan bahwa orang dengan profil lipid yang tidak menguntungkan memiliki tendon lebih tebal dibandingkan dengan tingkat lipid dalam batas normal.

“Bersama-sama, temuan ini memberikan dukungan yang signifikan untuk hipotesis metabolik dari cedera tendon dan melibatkan parameter lipid sebagai kaitan yang potensial,” tulis para peneliti, seperti dilansir BMJ (15/10/2015).

Namun mereka menunjukkan bahwa karena ini adalah studi observasional, tidak ada kesimpulan pasti yang dapat ditarik mengenai sebab dan akibat. Terutama karena temuan ini kemungkinan merupakan hasil dari sebab-akibat terbalik, dimana orang-orang dengan cedera tendon kurang melakukan olahraga, sehingga meningkatkan kadar kolesterol mereka .

Namun demikian, ada bukti yang baik untuk menunjukkan bahwa profil lipid darah yang buruk dapat membahayakan tendon. Peneliti mengatakan bahwa orang-orang dengan hiperkolesterolemia familial telah mengalami perubahan struktur tendon di seluruh masa kecil dan remaja mereka, sedangkan pengobatan penurunan lipid secara agresif mengurangi ketebalan tendon.

Kadar kolesterol tinggi juga dikenal dapat merangsang penumpukan kolesterol dalam sel sistem kekebalan tubuh, yang pada gilirannya menyebabkan peradangan kronis tingkat rendah. Dibandingkan dengan orang tanpa cedera tendon, mereka dengan tendinopathy telah mengalami peningkatan jumlah sel-sel kekebalan jenis ini di tendon mereka.

Referensi Jurnal :

James E Gaida et al. Is higher serum cholesterol associated with altered tendon structure or tendon pain? A systematic review. British Journal of Sports Medicine, October 2015 DOI: 10.1136/bjsports-2015-095100.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here