buah dan sayuran
Buah dan sayuran.

Bhataramedia.com –┬áMenurut penelitian yang diterbitkan pekan ini di PLoS Medicine, peningkatan konsumsi buah-buahan dan sayuran non-tepung berbanding terbalik dengan perubahan berat badan. Studi longitudinal, yang dilakukan oleh Monica Bertoia dari Harvard TH Chan School of Public Health dan Brigham & Women’s Hospital, Boston, Massachusetts dan rekan-rekannnya, menunjukkan bahwa karakteristik jenis makanan ini mempengaruhi kekuatan hubungan dengan perubahan berat badan.

Panduan diet Amerika 2010 merekomendasikan bahwa orang dewasa dan anak-anak harus makan berbagai buah-buahan dan sayuran untuk membantu mereka mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat. Pada studi ini, Bertoia dan rekan-rekannya meneliti hubungan antara perubahan dalam asupan buah-buahan dan sayuran tertentu, yang dicatat melalui kuesioner diet dan perubahan berat badan yang dilaporkan sendiri oleh 133.468 pria dan wanita AS yang diikuti selama 24 tahun di Nurses ‘Health Study Health Professionals Follow-up Study and Nurses’ Health Study II.

Setelah penyesuaian untuk faktor gaya hidup lainnya seperti status merokok dan aktivitas fisik, peningkatan asupan meningkat buah-buahan dan beberapa sayuran terhadap berat badan menunjukkan (-0,53 lb (- 0,24 kg) untuk setiap hari tambahan porsi buah, -0,25 lb (-0,11 kg) untuk sayuran. Namun, sayuran bertepung, misalnya kacang polong (1,13 lb; 95% CI 0,37 hingga 1,89 lb) dan jagung (2,04 lb; 95% CI 0,94 hingga 3,15 lb), dikaitkan dengan penambahan berat badan.

Temuan ini mungkin tidak dapat digeneralisasikan, hampir semua peserta penelitian merupakan orang kulit putih dewasa yang memiliki pendidikan baik, seerta penggunaan kuesioner diet dan pengukuran berat badan yang dilaporkan sendiri kemungkinan memiliki kesalahan pengukuran.

Namun, kekuatan studi meliputi ukuran sampel yang sangat besar dan tindak lanjut jangka panjang, dengan hasil yang konsisten di tiga kohort.

Dilansir PLOS (22/09/2015), penulis menyatakan, “Temuan kami mendukung manfaat dari peningkatan konsumsi buah dan sayuran untuk mencegah kenaikan berat badan jangka panjang dan memberikan panduan yang lebih mengenai makanan khusus untuk pencegahan obesitas, faktor risiko utama untuk diabetes tipe 2, penyakit jantung, kanker, dan banyak kondisi kesehatan lainnya.”

Referensi Jurnal :

Monica L. Bertoia, Kenneth J. Mukamal, Leah E. Cahill, Tao Hou, David S. Ludwig, Dariush Mozaffarian, Walter C. Willett, Frank B. Hu, Eric B. Rimm. Changes in Intake of Fruits and Vegetables and Weight Change in United States Men and Women Followed for Up to 24 Years: Analysis from Three Prospective Cohort Studies. PLOS Medicine, 2015; 12 (9): e1001878 DOI: 10.1371/journal.pmed.1001878.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here