Bhataramedia.com – Tidak heran produk-produk Nokia seperti Lumia series dan ponsel-ponsel feature-phone lebih berkembang di India. Mengingat Nokia memang mempunyai pabrik terbesar se-Asia di India, tepatnya di Chennai. Namun sayang akhir-akhir ini Nokia mengalamai masalah hukum dengan pemerintah India. Pemerintah India menuding bahwa Nokia tidak membayarkan pajak sebesar 5.5 trilyun rupiah.

Sampai akhirnya pemerintah India menyita semua fasilitas yang ada di pabrik tersebut. Perdebatan panjang mengenai masalah pajak ini telah cukup banyak menghabiskan waktu, pikiran hingga uang yang sudah tak terhitung lagi dari tahun 2013 lalu hingga sekarang tahun 2014. Maka dari itu Nokia pun menyerah dan lebih memilih untuk menutup pabrik besarnya di Chennai, India.

Microsoft selaku perusahaan yang berhasil membeli Nokia pun sampai-sampai menghapus atau membatalkan dari daftar pembelian untuk pabrik Nokia di Chennai. Padahal sebelumnya Microsoft berniat untuk mengontrak pabrik tersebut agar terus memproduksi smartphone dan feature-phone Nokia. Hal tersebutlah yang sepertinya membuat Nokia semakin pasrah saja sehingga akan benar-benar ditutup pada tanggal 1 November nanti.

Parahnya lagi sesuai dengan perjanjian saat divisi device dan layanan Nokia dibeli Microsoft, Nokia tidak diperbolehkan memproduksi smartphone hingga akhir tahun 2015. Dengan begitu penutupan pabrik dan larangan dari Microsoft memungkinkan Nokia akan berhenti memproduksi smartphone.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here