semut hitam
Semut hitam.

Bhataramedia.com – Kita manusia telah menggunakan pengobatan sendiri untuk menyembuhkan penyakit, sejak awal spesies kita. Ada beberapa bukti bahwa juga hewan lain dapat menunjukkan jenis perilaku yang sama, tetapi bukti masih sulit untuk didapatkan.

Namun, para ilmuwan dari University of Helsinki, Finlandia, saat ini telah menunjukkan bahwa semut hitam Formica fusca dapat mengubah selera makanan mereka ketika terkena infeksi fungi patogen. Senyawa yang menjadi selera makan mereka adalah hidrogen peroksida. Senyawa ini dapat ditemukan dalam tanaman yang rusak, serangga lainnya dan bangkai.

“Ketika semut makan pada diet yang mengandung radikal bebas tambahan, semut mampu bertahan dari infeksi secara lebih baik. Selain itu, semut juga memilih diet yang mengandung radikal bebas tambahan setelah mereka terkena infeksi fungi, tetapi tidak memakannya jika mereka tidak terinfeksi,” kata Dalial Freitak dari Fakultas Biologi dan Ilmu Lingkungan.

“Ini adalah penemuan yang menakjubkan bahwa semut memiliki gagasan mengenai status kesehatan mereka dan tampaknya dapat menyesuaikan dosis obat tersebut,” lanjut sesama peneliti, Nick Bos, seperti dilansir University of Helsinki (24/08/2015).

Untuk individu sehat yang tidak dalam kondisi terinfeksi, melakukan diet radikal bebas memiliki efek samping merugikan yang sama seperti dengan obat apapun. Namun, sekali terinfeksi, semut yang melakukan diet ini memiliki peluang sekitar 20% lebih tinggi untuk bertahan hidup dari penyakit akibat infeksi fungi yang mematikan.

Referensi Jurnal :

Nick Bos, Liselotte Sundström, Siiri Fuchs, Dalial Freitak. Ants medicate to fight disease. Evolution, 2015; DOI: 10.1111/evo.12752.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here