gurita
Gurita two-spot California dapat dikenali dengan mudah melalui bintik biru di kedua sisi kepalanya. Bintik-bintik tersebut adalah sepasang mata palsu yang dapat bersinar, dan digunakan untuk menipu korban dan predator yang lebih besar untuk berpikir bahwa itu adalah mata yang sebenarnya. Spesies ini hidup selama satu sampai dua tahun.(Credit: Judit Pungor)

Bhataramedia.com –¬†Sekuensing genom dari spesies gurita baru-baru ini, mengungkapkan kemampuan yang unik dan tampak berasal dari luar angkasa.

Analisis genom dari gurita two-spot California, gurita bimaculoides, dilakukan oleh tim peneliti dari Okinawa Institute of Science and Technology Graduate University (OIST), University of Chicago,dan University of California, Berkeley, serta dipublikasikan di jurnal, Nature. Dipimpin oleh para peneliti di Unit Genetika Molekuler di OIST, studi ini menandai Cephalopoda yang pertama kali dikodekan.

Lebih dari tiga ratus juta tahun yang lalu, Cephalopoda muncul sebagai predator laut. “Mereka adalah makhluk cerdas pertama di planet ini,” kata pemenang Nobel, Dr. Sydney Brenner, presiden pendiri dan Distinguished Profesor OIST.

Hal ini sebagian karena mereka memiliki otak yang unik. Menurut penelitian tersebut, otak Cephalopoda adalah elaborasi dari otak invertebrata dasar, dengan sistem organisasi yang sama sekali berbeda dari apa yang ditemukan pada manusia dan vertebrata lainnya.

Genom gurita mengkodekan beberapa famili gen besar, yang dapat menjelaskan materi abu-abu kompleks hewan ini. Selain itu, ratusan gen lain yang umum pada Chepalopoda, tetapi tidak diketahui pada hewan lain, ditemukan. Hal ini mempertanyakan pemahaman kita mengenai reorganisasi genom melalui evolusi.

Pada giliran aneh lainnya, peneliti menemukan bahwa sekitar setengah dari genom gurita terdiri dari transposon (unsur mobile yang meniru dan bergerak di sekitar rantai, baik mengganggu atau meningkatkan ekspresi gen). Para peneliti menemukan bahwa gen yang dikelompokkan bersama-sama pada kromosom hewan lainnya tersebar di genom gurita, kemungkinan sebagai akibat dari aktivitas transposon.

“Gurita tampaknya benar-benar berbeda dari semua hewan lain, sehingga ahli zoologi Inggris, Martin Wells, menyebutnya alien. Dalam hal ini, Anda dapat mengatakan penelitian kami mendeskripsikan sekuensing genom pertama dari alien,” kata Clifton Ragsdale, Associate Professor Neurobiology dan pemimpin tim di University of Chicago, seperti dilansir OIST (12/08/2015).

Sementara penelitian lebih lanjut perlu dilakukan, jika kesamaan ditemukan pada otak vertebrata, hal ini dapat sangat mempengaruhi perspektif ilmiah mengenai perkembangan kehidupan.

Referensi Jurnal :

Caroline B. Albertin, Oleg Simakov, Therese Mitros, Z. Yan Wang, Judit R. Pungor, Eric Edsinger-Gonzales, Sydney Brenner, Clifton W. Ragsdale, Daniel S. Rokhsar. The octopus genome and the evolution of cephalopod neural and morphological novelties. Nature, 2015; 524 (7564): 220 DOI: 10.1038/nature14668.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here